Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita TasikmalayaKisruh Proyek Malioboro Tasikmalaya, Anggaran 4,4 M Harus Selesai 110 Hari

Kisruh Proyek Malioboro Tasikmalaya, Anggaran 4,4 M Harus Selesai 110 Hari

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Kisruh proyek Malioboro di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat jadi sorotan.

Proyek yang menelan anggaran Rp 4,4 miliar tersebut harus selesai dalam 110 hari. Dalam pengerjaannya, sejumlah pihak melayangkan protes. Mulai dari PKL, pemilik toko hingga para juru parkir.

Ketua DPK KNPI Kecamatan Cihideung, Acep Fikron Hasan mengatakan, kisruh proyek Malioboro berawal dari sosialisasi yang belum tuntas.

“Lagi-lagi masalahnya terkait sosialisasi. Keluhan datang dari PKL, pemilik toko, dan tukang parkir. Saya kira kemarin itu sudah selesai,” ujar Acep dikutip dari Kapol.id-jaringansuara.com, Kamis (21/7/2022).

Baca Juga: DPRD Kota Tasikmalaya Kirim Surat ke Kampus, Minta Mahasiswa yang Demo Dibina

Permasalahan lainnya, kata Acep, dinas terkait yang mengerjakan proyek tersebut tak memberikan jawaban pasti, bahkan terkesan melempar tanggung jawab ke dinas lainnya.

“Yang lucu itu jawaban dari dinas yang mengerjakan proyek tersebut malah mem-pingpong ke dinas lain yang terkait,” katanya.

Sepengetahuan Acep, seharusnya ada jeda waktu kontrak dari pengerjaan semi pedestrian Jalan HZ dan pedestrian Jalan CIhideung dengan pelaksanaannya di lapangan.

“Saya lihat belum sinkron antara dinas terkait, artinya kekompakannya masih payah. Kesannya di-ping-pong-kan dan malah saling tuduh antar dinas,” katanya.

Padahal, lanjut Asep, anggaran proyek Malioboro Tasikmalaya tersebut fantastis mencapai Rp 4,4 miliar.

“Anggaran Malioboro Tasik ini fantastis, Rp 4,4 miliar dan harus selesai 110 hari,” katanya.

Sementara itu, wakil sekretaris PMII Kota Tasikmalaya Ardiana meminta debat terbuka dengan Pemkot Tasikmalaya melalui Dinas PUTR.

Debat tersebut seputar konsep penataan kota dan pedestrian. Ardiana menilai debat sangat penting lantaran banyak yang tidak sesuai dari proyek Malioboro. Bahkan malah menimbulkan komplain dari berbagai pihak.

“Konsep pedestrian dari aspek sosiologi warga Tasikmalaya dan dampaknya pada PKL, tukang parkir, dan lainnya. Kesannya tidak realistis dan pro rakyat. Karena itu kami minta Pemkot membuka ruang debat terbuka atas kebijakan tersebut,” tandasnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Jalur selatan Garut padat sejak pagi

Jalur Selatan Garut Padat Sejak Pagi, Arus Wisata dan Arus Balik Mendominasi

harapanrakyat.com,- Jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali padat oleh kendaraan sejak pagi, Kamis (3/4/2025). Kendaraan yang mengarah ke arus wisata dan sebagian arus balik...
anak disabilitas tertinggal di Sumedang

Orang Tuanya Panik Kejar Tas dalam Bus, Anak Disabilitas Tertinggal di Sumedang

harapanrakyat.com,- Seorang anak perempuan penyandang disabilitas bernama Alula Wafa Salsabila (8) tertinggal orang tuanya usai turun dari bus angkutan balik lebaran di Bundaran Binokasih,...
Wisatawan asal Bandung yang hilang di Pantai Pangandaran ditemukan meninggal dunia

Wisatawan Asal Bandung yang Hilang di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal

harapanrakyat.com - Wisatawan asal Bandung yang hilang di pos 4 Pantai Barat Pangandaran bernama Suhendar, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Kamis (3/4/2025). Tim...
Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...
Kolam Ikan Milik Warga

Hujan Deras di Kota Banjar, Sawah hingga Kolam Ikan Milik Warga Terendam Banjir

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang melanda wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025) sore menyebabkan area persawahan hingga kolam ikan milik warga di Dusun...
Anak Sungai Citalahab Meluap

Hujan Mengguyur Pamarican Ciamis Sebabkan Anak Sungai Citalahab Meluap, 12 Rumah Terendam

harapanrakyat.com,- Curah hujan yang terus mengguyur membuat anak Sungai Citalahab di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap. Akibatnya 12 rumah di...