Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- Misa Munggara (33), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas setelah dianiaya dua orang preman tidak diketahui. Misa merupakan kader Demokrat. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis Anjar Asmara menyampaikan belasungkawa terhadap insiden tersebut.
Anjar mengatakan meski belum pasti korban merupakan kader Partai Demokrat, namun ia prihatin atas peristiwa itu. Apalagi belum jelas permasalahan antara korban dan pelaku.
“Kejadian ini harusnya tidak perlu terjadi. Terlebih mereka saling kenal. Kemungkinan karena pengaruh minuman keras. Saya sebagai kader Demokrat turut berduka dengan kejadian yang dialami Misa yang informasinya aktif di Partai Demokrat,” ungkapnya, Selasa (5/7/2022).
Anjar berharap kepolisian bisa segera menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal.
Baca Juga: Dipimpin AHY, Elektabilitas Partai Demokrat Terus Meroket Capai 11,6 Persen
Sebelumnya, Misa Munggara (33) seorang penjahit warga Rancaekek, Bandung, tewas. Ia dianiaya dua orang preman.
Santi (23), adik korban, peristiwa terjadi ketika kakaknya sedang menjahit. Kemudian dua orang pelaku datang dan sempat berbincang. Dua orang itu terlihat mabuk. Setelah ngobrol, mereka sempat pulang lalu kembali lagi.
“Saat kembali mereka membawa senjata,” ungkap Santi.
Ketika itu seorang pelaku berteriak depan rumah korban menyebut orang yang memukuli adiknya. Lalu pelaku memanggil korban agar keluar dari rumah. Ketika keluar, pelaku langsung membacok korban.
“Kejadiannya depan pintu, pukul 17.30 WIB,” katanya.
Setelah membacok korban, pelaku kabur. Warga setempat pun sempat mengejar pelaku. Namun pelaku sempat menantang warga menggunakan golok. Korban sempat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Kopo, Cicalengka, namun tidak terselamatkan.
Santi menyebut selain sebagai penjahit, kakaknya juga aktif sebagai kader Partai Demokrat tingkat Kecamatan. Namun untuk kepastian apakah korban kader Demokrat atau bukan. Sampai berita ini tayang, pengurus Partai Demokrat setempat belum memberikan keterangan resmi. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)