Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Antisipasi perundungan, pemerintah melalui Disdikbud Kota Banjar, Jabar, meminta guru dan kepala sekolah untuk mengawasi setiap kegiatan siswa.
Hal itu merupakan sebuah antisipasi agar para pelajar tidak melakukan perundungan atau bullying terhadap sesama temannya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, H. Kaswad mengatakan, hal itu sebagai langkah antisipasi sejak awal agar tidak timbul korban.
“Pertama kita meminta guru dan kepala sekolah untuk mengawasi kegiatan-kegiatan anak, karena timbulnya pembulian itu akibat tidak terkontrol,” kata H. Kaswad, Jumat (22/7/2022).
baca juga: Kegiatan PLS di Kota Banjar, Pihak Sekolah Pastikan Tak Ada Perpeloncoan
Ia menjelaskan, pendidikan karakter dan kepribadian terhadap anak juga sangat perlu, sehingga pihaknya akan meluncurkan program sepuluh menit siswa tahfidz (Semesta).
“Sehingga, mudah-mudahan dengan program ini karakter anak meningkat dan keimanan juga semakin bertambah,” jelasnya.
Kemudian, program lainnya adalah Siswa Menolong Sesama (SMS Berkah). Hal itu bertujuan untuk menumbuhkan rasa simpati dan saling tolong menolong.
“Nanti dengan ini bisa terjalin hubungan yang baik antar siswa, rasa saling menolong, jadi bukan timbul pembulian yang ada rasa simpati,” terangnya.
Harapannya, dengan dua program tersebut bisa mencegah terjadinya perundungan.
“Mudah-mudahan dengan program ini di Kota Banjar, tidak terjadi oleh siswa,” pungkasnya. (Sandi/R6/HR-Online)