Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Pria asal Sukabumi berinisial AK (38) tiba-tiba muncul kembali di desanya setelah dikabarkan hilang karena tenggelam 2 tahun yang lalu.
Kabarnya, pria tersebut tenggelam di objek wisata Karang Hawu, Kecamatan Cisolok pada sekitar tahun 2020 silam.
AK merupakan warga Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kemunculan kembali pria asal Sukabumi ini terbilang aneh. Sejumlah warga pun turut menceritakan kisah tersebut.
Menurut mereka, kembalinya AK setelah dikabarkan hilang 2 tahun lalu itu janggal.
Pasalnya, pihak keluarga sendiri sudah membuat surat pernyataan bahwa AK meninggal dunia.
Kepala Desa Pasanggrahan, Irman, mengatakan menurut berita yang beredar di masyarakat, banyak yang membenarkan kabar tersebut.
“Saya secara pribadi, belum pernah melihat. Atau ketemu dengan beliau,” ujar Irman, Kamis (23/6/2022).
Irman juga membenarkan soal surat keterangan meninggal dunia yang dibuat pihak keluarga, yakni oleh ayah AK pada 12 Februari 2020.
Sebelumnya, kata Irman, pihak desa meminta surat keterangan yang datang dari rumah sakit atau yang berwenang.
Namun, pihak keluarga tidak memberikan. Keluarga melalui utusannya hanya memberi surat laporan hilang dari kepolisian. Lalu, surat pernyataan dari keluarga.
Pihak desa sendiri, lanjut Irman, memang mengeluarkan surat kuning dengan keterangan hilang.
Namun, tidak menjelaskan soal kematian AK sebagaimana yang dibuat pihak keluarga.
Sementara itu, salah satu saksi mata yang melihat AK yaitu Kades Sagaranten, Asep Abdul Muis.
Asep mengaku bertemu AK sekitar April 2022 saat bulan puasa. AK sengaja datang untuk sekedar berbincang-bincang dengan Asep.
“Saya memang kenal. Tapi bukan teman nongkrong,” ucap Asep.
Baca juga: Viral, Perempuan Asal Indonesia Dinikahi Lee Minho, Ini Faktanya!
Kronologi Hilangnya Pria Sukabumi 2 Tahun Lalu
Dulu, AK hilang saat ke Pelabuhan Ratu bersama rombongannya. Temannya yang membawa mobil lalu mendapat kabar bahwa AK tenggelam.
Teman-temannya kemudian melapor ke SAR sampai ke Polres. Keluarganya pun panik.
Asep mendapat kabar kemunculan AK yang sebelumnya hilang karena tenggelam 2 tahun lalu, ketika ayah AK meninggal dunia.
Ia mengaku kaget saat AK datang ke kantor desa. “Ternyata kabar yang beredar itu benar. Heran,” ujarnya.
AK datang dengan menggunakan sepeda motor, memakai jaket hitam dan juga kupluk.
Pihak keluarga membuat sejumlah dokumen soal hilangnya AK di Polsek Cisolok, Sukabumi.
Tidak hanya surat pernyataan yang menyebut AK meninggal dunia. Ada pula surat berisi kronologi hilangnya AK, yang ditandatangani oleh ayahnya.
Dalam surat itu menyebut bahwa AK telah hilang pada Kamis, 23 Januari 2020 sekitar pukul 20.00 WIB di area Gunung Karang hawu.
Pihak keluarga telah berusaha mencari di sekitar lokasi Gunung Karang hawu, namun AK tidak berhasil ditemukan.
Di sekitar tebing gunung tersebut, keluarga sempat menemukan sandal warna hitam dan ciput warna hitam milik AK.
Posisi sandal dan ciput tersangkut pada karang sekitar tebing gunung karang hawu.
Royah (49), warga setempat, menyebut pada 2020, ramai proses pencarian AK yang dikabarkan hilang di area wisata Karang Hawu.
“Dulu ramai pencarian. Katanya cuma ada sandal dan ciput milik orang yang hilang,” ucapnya.
Pada saat itu, keluarga pria Sukabumi yang mendadak muncul lagi setelah hilang 2 tahun silam, sempat beristirahat di warung milik Royah. (R8/HR Online/Editor Jujang)