pH larutan penyangga terdiri atas asam dan basa. Keduanya tentu memiliki kadar pH yang berbeda juga.
Larutan penyangga sendiri merupakan sistem larutan yang mampu mempertahankan nilai pH.
Jadi, dengan larutan ini maka tidak akan ada perubahan pada pH ketika terjadi penambahan sedikit asam atau basa.
Larutan ini ada di kehidupan sehari-hari, seperti pada obat tetes mata. Selain itu, larutan ini juga ada pada organ tubuh manusia.
Baca Juga: Faktor yang Mempengaruhi Titrasi Asam Basa, Pengertian, dan Jenisnya!
Inilah pH Larutan Penyangga Sebenarnya
Larutan penyangga atau yang juga terkenal dengan nama buffer merupakan sebuah larutan yang spesial. Buffer tidak akan mengalami perubahan pH.
Hal tersebut terjadi karena larutan ini memiliki komponen asam dan basa.
Komponen asam pada larutan penyangga bertanggung jawab untuk menahan kenaikan pH berlebih.
Sedangkan komponen basa yang ada di dalam larutan ini akan menahan penurunan pH secara berlebih juga.
Secara umum, larutan penyangga juga terbagi menjadi asam basa. Kedua jenisnya tersebut juga memiliki pH masing-masing.
Baca Juga: Teori Asam Basa Lewis dalam Kimia, Apa Kelebihan yang Dimilikinya?
Larutan Penyangga Asam
Jenis pertama dari larutan penyangga adalah larutan penyangga asam. Kandungan asam pada larutan penyangga ini lemah dan basa konjugasinya.
Larutan satu ini dapat mempertahankan pH pada kondisi asam atau pH kurang dari 7 (pH<7).
Jenis larutan penyangga asam ini berasal dari campuran asam lemah dan garamnya atau asam lemah yang lebih banyak dengan basa kuat.
Misalnya, jika dalam larutan penyangga asam terdapat asam asetat dan (CH3COOH) ion asetat (CH3COO–), maka akan terjadi reaksi CH3COOH (aq) ↔CH3COO– (aq) + H+ (aq).
Larutan penyangga Basa
Jenis larutan penyangga kedua adalah larutan penyangga basa. Tentu saja larutan penyangga ini merupakan kebalikan dari yang pertama.
Larutan penyangga basa akan memuat basa lemah dan asam konjugasi di dalamnya.
Fungsi dari larutan penyangga basa adalah untuk mempertahankan pH pada kondisi basa yang lebih besar. pH larutan penyangga ini akan lebih besar dari 7 (pH>7).
Larutan penyangga basa dapat diperoleh dari pencampuran basa lemah dengan garamnya. Cara lainnya adalah percampuran antara basa lemah dan asam kuat.
Sebagai contoh, basa yang mengandung amonia (NH3) dan juga ion amonium (NH4+) akan memiliki reaksi kesetimbangan berupa NH3 (aq) + H2O (I) ↔NH4+ (aq) + OH– (aq).
Baca Juga: Teori Bronsted Lowry Asam Basa Kimia, Ini Dia Contohnya!
Fungsi Larutan Penyangga
Karena fungsinya yang mempertahankan pH, maka larutan ini sangat berguna untuk kehidupan.
Anda bisa menemukan larutan penyangga pada kehidupan sehari-hari seperti pada shampo, obat tetes mata, hingga tanaman.
Di dalam tubuh, larutan penyangga ada di dalam darah dan air liur. Larutan penyangga pada air liur akan menghindari kerusakan email gigi.
Tentu saja penggunaan pH larutan penyangga harus sesuai dengan fungsinya. Jika asam, maka larutan akan mempertahankan dalam kondisi asam begitu juga dengan jenis basa. (R10/HR-Online)