Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Sebulan pasca kelulusan SMA/SMK/sederajat tahun angkatan 2021/2022, jumlah pencari kerja di Kota Banjar, Jawa Barat, pada bulan Juni ini mengalami peningkatan cukup signifikan.
Meningkatnya jumlah pencari kerja itu terlihat dari banyaknya pencari kerja yang mengurus berkas AK 1 atau kartu kuning di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar.
Kepala Disnaker Kota Banjar, Sunarto, melalui Kabid. Penempatan Kerja, Ninding Kosmana mengatakan, berdasarkan data jumlah pencari kerja tanggal 21 Juni 2022 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Pihaknya mencatat pada bulan Mei hanya 86 pencaker. Sementara pada bulan ini hingga tanggal 20 Juni, sedikitnya terdapat 416 orang yang membuat AK 1. Kemungkinan jumlahnya masih akan bertambah.
“Sampai hari Selasa 20 Juni ini tercatat ada 416 pencaker. Kebanyakan anak-anak yang baru lulus sekolah tahun ini,” kata Ninding kepada HR Online, Selasa (21/06/2022).
Pasca kelulusan SMA/SMK, pencari kerja meningkat signifikan. Tujuan para pencari kerja, sebanyak 75 persen mereka memilih bekerja untuk penempatan wilayah kerja di Kota Banjar.
Sedangkan sisanya sebanyak 25 persen memilih bekerja ke luar daerah dengan berbagai bidang pekerjaan sesuai profesi dan keahlian yang mereka miliki.
“Jadi, untuk bulan ini memang ada peningkatan signifikan jumlah pencari kerja. Kemungkinan jumlahnya masih akan terus bertambah,” terang Ninding.
Baca Juga : Warga Serbu Kantor Disnaker Kota Banjar Urus Kartu Kuning
Pengangguran Terbuka di Kota Banjar 5.747 Orang
Terpisah, Kasubsi Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar, Ahmad Taufik mengatakan, berdasarkan data angkatan kerja tahun 2021, jumlah pengangguran terbuka dengan kategori usia 15 tahun keatas (usia produktif) tercatat sebanyak 5.747 orang.
Dari jumlah tersebut, 3.946 orang di antaranya laki-laki, dan sisanya 1.801 orang perempuan. Kemudian, untuk jumlah yang bekerja tercatat sebanyak 88.631 orang.
“Jumlah angkatan kerja tahun lalu itu tercatat sebanyak 94.378 orang, dan yang masuk kategori pengangguran terbuka ada lima ribu lebih,” katanya.
Ahmad Taufik menjelaskan, pengangguran terbuka artinya mereka itu masih mencari pekerjaan, ada yang membuka usaha namun belum beroperasi. Serta yang sudah mendapatkan kontrak kerja tetapi belum masuk kerja.
Adapun untuk data angkatan kerja tahun 2022 ini masih menunggu jadwal pendataan terbaru. Biasanya untuk pendataan tersebut berlangsung pada bulan semester kedua.
“Itu data angkatan kerja hasil pendataan tahun 2021. Kalau untuk data terbaru tahun ini nanti menunggu pendataan lagi,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)