Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang nenek bernama Adah (70), di Dusun Kutasari, RT 04 RW 06, Desa Sirnabaya, Kecamatan Rajadesa, Ciamis, Jabar, tetap semangat menjadi seorang perajin anyaman bambu.
Bersama anaknya, Adah sudah 10 tahun menjadi perajin anyaman bambu.
“Semenjak suami saya meninggal, untuk menopang hidup saya menjadi pengrajin anyaman bambu. Meski untung tidak seberapa, namun demi kelangsungan hidup tetap ditekuni,” ujar Nenek Adah Selasa (7/6/2022).
Baca juga: Kerap Masuk Rumah, Warga Cinyasag Ciamis Amankan Lutung Jawa
Adah mengaku hanya punya keahlian menganyam bambu, sehingga profesi ini terus ia tekuni, meski saat ini produk bambu kalah bersaing dengan produk dari plastik.
Ia menuturkan, anyaman bambu yang digelutinya khusus membuat bakul atau puring untuk menanak nasi.
Karena faktor usia, Adah mengaku, dalam satu bulan mampu hanya membuat membuat delapan puluh biji atau (4 kodi)
Harga jualnya relatif murah, untuk satu kodinya cuma Rp 75.000. Alhasil dalam satu bulan, nenek di Rajadesa Ciamis ini hanya mendapatkan Rp 300.000.
“Itupun belum dipotong biaya pembelian bahan baku,” katanya.
Adah menambahkan, anyaman bambu memang tidak akan ada habisnya, apabila dibuat sebagai kerajinan tangan.
“Meski untungnya tidak seberapa ,akan tetap ditekuni dan dijalani demi keberlangsungan hidup,” pungkasnya. (Edji/R8/HR Online/Editor Jujang)