Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kasus DBD atau demam berdarah dengue di Kota Banjar, Jawa Barat, akhir-akhir ini terus meningkat. Bahkan, satu orang bayi dikabarkan meninggal dunia akibat serangan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar dr. Andi Bastian melalui Petugas Pelaksana Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Wendi Herliman mengatakan, bayi yang meninggal dunia karena virus DBD tersebut merupakan warga Dusun Sindangmulya, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari.
Akan tetapi, kasus tersebut terjadi sekitar 3 Minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 17 Mei. Bayi tersebut berusia sekitar 6 bulan dan sempat dibawa ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia.
“Kasus DBD meningkat. Dari data yang ada terdapat satu orang balita yang meninggal dunia karena DBD belum lama ini,” kata Wendi kepada HR Online, Senin (13/6/22).
baca juga: Dua Warga Terjangkit DBD, Dinkes Kota Banjar Lakukan Fogging
Data Kasus DBD
Ia menyebutkan, dengan adanya temuan kasus DBD tersebut berdasarkan data yang ada sejak Januari sampai bulan April tercatat ada sebanyak 63 kasus warga yang terjangkit virus DBD.
Dari jumlah kasus tersebut rinciannya, bulan Januari sebanyak 7 kasus, Februari nol kasus, Maret 19 kasus, April 8 kasus, dan bulan Mei sebanyak 29 kasus dengan kasus meninggal dunia sebanyak 2 kasus.
“Terjadi peningkatan jumlah kasus DBD dan tertinggi itu terjadi di bulan Mei. Sedangkan kasus meninggal sebanyak 2 orang,” kata Wendi.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk antisipasi pencegahan, saat ini petugas telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di lapangan.
Selain itu, petugas juga melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta melakukan fogging di lingkungan terdampak.
“Untuk yang di Sindangmulya sudah dilakukan dua kali fogging. Kami imbau masyarakat waspada, senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN,” katanya.
Sementara itu terkait meningkatnya jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) tersebut menjadi status kejadian luar biasa (KLB) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Ika Rohantika belum memberikan keterangan lebih jauh.
Namun begitu, ia membenarkan meningkatnya jumlah kasus DBD yang terjadi tersebut. “Ada peningkatan kasus, sampai bulan Mei ada 63 kasus. Nanti lagi saya masih ada rapat koordinasi,” singkatnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)