Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita TerbaruFakta Garis Karman Sebagai Pembatas Antara Bumi dan Luar Angkasa

Fakta Garis Karman Sebagai Pembatas Antara Bumi dan Luar Angkasa

Fakta Garis Karman merupakan salah satu pembahasan yang sangat menarik. Apa itu Garis Karman?

Pada saat para pendaki mendaki di Gunung Everest, mereka sebenarnya secara rutin membawa tabung oksigen. Tabung tersebut akan membantu mereka bernapas dengan bebas meski di ketinggian.

Hal itu sebenarnya perlu Anda lakukan juga ketika berada dekat dengan tepi atmosfer Bumi. Hal itu karena di sana pasokan oksigen akan semakin sedikit daripada yang ada di permukaan laut.

Pembatas dari atmosfer Bumi dan angkasa luar tersebutlah yang bernama Garis Karman.

Baca Juga: Gas Langka Bocor dari Inti Bumi Beri Bukti Sejarah Planet Ini Terbentuk?

4 Fakta Garis Karman Paling Menarik

Bumi merupakan planet yang menjadi zona layak huni untuk berbagai organisme biologis. Planet berusia 4,5 miliar tahun ini memiliki berbagai macam unsur alami yang berguna untuk menunjang kehidupan.

Salah satu unsur tersebut berupa atmosfer atau lapisan udara yang menyelimuti Bumi. Semakin tinggi atmosfer, maka oksigennya akan berkurang.

Terdapat salah satu zona yang ada di antara luar angkasa dan atmosfer Bumi. Zona tersebut bernama Garis Karman.

Apa itu garis Karman? Inilah fakta menariknya!

Pembatas Bumi dan Luar Angkasa

Garis Karman pada dasarnya adalah sebuah garis imajiner yang para ilmuwan dan astronom gunakan untuk menentukan batas tegas antara Bumi dan luar angkasa.

National Geographic mengatakan bahwa garis tersebut terletak di jarak 62 mil atau sekitar 100 kilometer di atas permukaan laut.

Jarak tersebut sudah ditetapkan secara internasional oleh Federasi Aeronautika Internasional (FAI). Mayoritas negara di dunia juga sudah menyepakati hal ini.

Baca Juga: Gumpalan Misterius di Inti Bumi Tuai Pertanyaan, Ini Kata Ahli!

Sesuai dengan Nama Penemunya

Sebenarnya, nama Karman berasal dari sang penemu konsep dan gagasan garis imajiner ini.

Theodore von Karman merupakan seorang ilmuwan yang ahli dalam bidang fisika berkebangsaan Hungaria dan Amerika.

Pada tahun 1994, Karman dan rekan-rekannya mendirikan laboratorium yang fokus pada penelitian zona luar Bumi, roket, dan antariksa.

Karman kemudian menjadi ilmuwan yang sangat berpengaruh dalam Perang Dunia karena beberapa kali terlibat dalam riset pembuatan helikopter dan penerbangan supersonik.

Udaranya Sangat Tipis

Salah satu fakta Garis Karman yang harus Anda ketahui adalah kondisi udaranya yang sangat tipis dan tidak dapat mengakomodasi wahana biasa untuk terbang di sana.

Pesawat wahana konvensional tidak akan bisa terbang mencapai Garis Karman. Itulah kenapa, hanya pesawat luar angkasa dengan kerja khususlah yang dapat mencapai zona ini.

Seseorang sudah menjadi astronot ketika sudah melewati garis ini.

Baca Juga: Perbedaan Waktu Bumi dan Luar Angkasa di Planet Tata Surya, Ini Dia!

Terdapat Stasiun Luar Angkasa di Atasnya

Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS ternyata berada tepat di atas Garis Karman. ISS terletak pada ketinggian 248 mil atau sekitar 400 kilometer di atas permukaan laut.

Stasiun Luar Angkasa ini menjadi wilayah orbit dari berbagai satelit buatan manusia. Uniknya, ruang di atas fakta Garis Karman ini juga bertugas menjadi perisai panas sinar Matahari. (R10/HR-Online)

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

harapanrakyat.com,- Tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis yang terletak di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Jawa Barat, terlihat tidak terawat. Rerumputan dan ilalang tumbuh liar,...
Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang terjadi pada Rabu (2/4/2025) sore hingga malam hari mengakibatkan longsor di beberapa titik di Dusun Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar,...
Jalur selatan Garut padat sejak pagi

Jalur Selatan Garut Padat Sejak Pagi, Arus Wisata dan Arus Balik Mendominasi

harapanrakyat.com,- Jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali padat oleh kendaraan sejak pagi, Kamis (3/4/2025). Kendaraan yang mengarah ke arus wisata dan sebagian arus balik...
anak disabilitas tertinggal di Sumedang

Orang Tuanya Panik Kejar Tas dalam Bus, Anak Disabilitas Tertinggal di Sumedang

harapanrakyat.com,- Seorang anak perempuan penyandang disabilitas bernama Alula Wafa Salsabila (8) tertinggal orang tuanya usai turun dari bus angkutan balik lebaran di Bundaran Binokasih,...
Wisatawan asal Bandung yang hilang di Pantai Pangandaran ditemukan meninggal dunia

Wisatawan Asal Bandung yang Hilang di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal

harapanrakyat.com - Wisatawan asal Bandung yang hilang di pos 4 Pantai Barat Pangandaran bernama Suhendar, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Kamis (3/4/2025). Tim...
Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...