Bulan Purnama Stroberi Super menjadi salah satu fenomena luar angkasa di bulan Juni yang bisa Anda saksikan.
Fenomena astronomi yang juga terkenal secara internasional sebagai Full Strawberry Supermoon ini memang terjadi setiap bulan Juni.
Ketika fenomena ini terjadi, maka menjadi penanda bahwa saatnya memasuki fase bulan baru.
Baca Juga: Fakta Bulan Purnama Salju Muncul Malam Ini, Catat Waktunya!
Fenomena Astronomi Bulan Purnama Stroberi Super
Berbagai fenomena astronomi memang seringkali terjadi. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang dapat terlihat dari Bumi.
Setiap bulan Juni akan terjadi fenomena astronomi tahunan, yakni Full Strawberry Supermoon atau Bulan Purnama Stroberi.
Nama Purnama Stroberi bukan berarti fenomena ini membuat bulan berbentuk seperti buah stroberi yang kemerahan dan agak lancip pada ujungnya.
Andi Pangeran, salah seorang peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN menjelaskan bahwa penamaan ini muncul karena dalam The Farmer’s Almanac atau Almanak Petani Amerika.
Di dalam almanak tersebut bulan Juni menjadikan para petani di Amerika memanen buah stroberi mereka.
Jadi, penamaan ini semata-mata hanya merujuk kepada tanda masuknya musim pada waktu tertentu bagi penduduk asli Amerika.
Baca Juga: Bulan Purnama Cold Moon, Peristiwa Bulan yang Bisa Terlihat di Indonesia
Merupakan Fenomena Spesial
Menurut Andi Pangeran, fenomena Purnama Stroberi ini cukup istimewa. Selain karena memang hanya terjadi satu tahun sekali, fenomena ini juga bertepatan dengan Full Supermoon atau Bulan Purnama Super.
Jadi, Purnama Stroberi ini akan berlangsung bersamaan dengan Full Supermoon atau yang secara teknis banyak yang menyebutnya sebagai Purnama Perigee atau Perigeal Full Moon.
Lebih dari itu, fenomena Bulan Purnama Stroberi Super ini tidak akan membahayakan makhluk hidup di Bumi dan bahkan bisa manusia saksikan keberadaannya.
Baca Juga: Fenomena Blue Moon, Apakah Bulan Benar-Benar Berwarna Biru?
Dapat Terlihat di Indonesia
Meski penamaan dari fenomena astronomis ini identik dengan apa yang terjadi di Amerika, nyatanya Bulan Purnama Stroberi masih dapat masyarakat Indonesia saksikan.
Fenomena astronomi tahunan yang berkaitan dengan satelit alami Bumi ini berlangsung pada 14 Juni 2022.
Bulan Purnama Stroberi ini dapat masyarakat saksikan mulai dari jam 5 sore, mendekati waktu Matahari akan terbenam.
Menariknya, fenomena Bulan Purnama Stroberi ini dapat Anda saksikan tanpa bantuan alat optik lain seperti pada umumnya.
Anda bisa menyaksikan terjadinya fenomena ini dengan mata telanjang. Caranya pun cukup mudah, Anda hanya perlu arahkan pandangan sesuai arah terbit dan terbenamnya bulan.
Tentu saja Anda harus melakukan ini pada waktu terbit dan tenggelamnya bulan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Jika hanya sekedar ingin melihatnya, maka Anda tidak memerlukan alat baru optik. Namun demikian lain ceritanya jika Anda ingin mengabadikannya dalam bentuk citra foto atau rekaman video.
Agar bisa mendapatkan citra yang menarik dan detail, maka Anda memerlukan teleskop atau binokuler/monokuler.
Anda bisa menghubungkan alat bantu optik tersebut dengan kamera ponsel atau kamera CCD yang sudah tersambung dengan komputer atau laptop. Nantinya Anda akan mendapatkan citra terbaik dari Bulan Purnama Stroberi Super. (R10/HR-Online)