Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Bantuan beras CPPD (Cadangan Pangan Pemerintah Daerah) Provinsi Jawa Barat ke Kabupaten Pangandaran, khususnya Desa Paledah yang merupakan desa terdampak banjir, mulai disalurkan sebanyak 59.922 kilogram atau hampir 60 ton beras.
Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Jabar, melalui Kabid. Ketersediaan Distribusi Pangan Jabar, H. Lili Iskandar mengatakan, penyaluran bantuan tersebut sebelumnya sudah diserahkan secara simbolis oleh Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum beberapa waktu lalu.
“Penyaluran cadangan pangan oleh DKPP Provinsi Jawa Barat tidak ujug-ujug, tapi berdasarkan usulan dari kabupaten. Penyalurannya juga harus betul-betul dikawal oleh Babinsa dan Babinkamtibmas agar sampai ke masyarakat,” terang Lili Iskandar kepada HR Online, Jumat (10/06/2022).
Lebih lanjut ia mengatakan, ketahanan pangan itu kondisi ketersediaan atau kebutuhan bahan pangan tidak kekurangan dalam menopang kebutuhan masyarakat.
Pihaknya juga berharap bantuan beras CPPD dapat membantu meringankan masyarakat yang terdampak banjir. Meskipun kerugian yang masyarakat tanggung masih jauh dari penggantian ini.
“Antisipasi rawan pangan dari provinsi dan kabupaten untuk Desa Paledah hampir 60 ton beras. Tepatnya sebanyak 59.922 kilogram untuk masyarakat yang betul-betul terdampak,” terang Lili.
Baca Juga : 8.950 Paket Sembako Subsidi dari Pemprov Jabar Disalurkan di Pangandaran
Cadangan Beras di Pangandaran Surplus
Sementara itu, Kabid. Ketahanan Pangan Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Rusyana menambahkan, penyaluran bantuan beras CPPD Provinsi Jawa Barat sudah yang kedua kalinya di Kabupaten Pangandaran.
Pertama pada bulan April 2021 untuk tiga desa, yakni Desa Pamotan, Tunggilis dan Desa Maruyungsari. Sekarang giliran Desa Paledah, Kecamatan Padaherang.
“Kami mengusulkan ke provinsi adanya kerawanan pangan di empat desa. Realisasi penyalurannya ke Desa Paledah mulai saat ini,” kata Rusyana.
Pihaknya mengimbau kepada warga yang tinggal dalam kawasan atau daerah rawan banjir agar selalu waspada. Karena banjir sewaktu-waktu ada keringnya.
Masyarakat petani tinggal mengatur waktu saat tanamnya, sehingga petani tidak mengalami kerugian terus-menerus.
“Perlu ada pengaturan pola tanam agar tidak mengalami kerugian. Untuk cadangan beras di Pangandaran surplus. Jadi 6-7 bulan kedepan beras aman. Berlanjut nanti Agustus musim panen lagi. Mudah-mudahan tidak terjadi kerawanan pangan di Kabupaten Pangandaran ini,” pungkas Rusyana. (Madlani/R3/HR-Online/Editor-Eva)