Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Wagub Jabar akan memanggil BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citanduy, terkait penanganan banjir yang kerap melanda areal persawahan di wilayah Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.
Hal itu Wagub Jabar, Uu, menyampaikan saat melakukan kunjungan kerja dengan mengecek langsung ke lokasi persawahan yang ada di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, pada Kamis (19/05/2022) lalu.
Menurutnya, areal persawahan milik para petani yang berada di Paledah ini harus selesai tahun ini, mereka bisa melakukan panen padi tiga kali dalam setahun.
Untuk itu, Wagub Jabar akan panggil secara langsung pihak BBWS Citanduy, serta instansi terkait lainnya. Mengingat penanganan banjir yang melanda areal persawahan tersebut terbengkalai selama bertahun-tahun, dan belum ada solusinya.
“Kami prihatin dengan kondisi areal persawahan di Desa Paledah yang selalu terendam banjir, dan para petani pun mengeluh,” kata Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum.
Oleh karena itu, lanjutnya, Pemprov Jabar akan panggil pihak terkait, termasuk BBWS Citanduy untuk duduk bersama memecahkan penanganan banjir di area persawahan milik para petani Desa Paledah.
Menurut Uu, masalah tersebut sudah luar biasa karena berpuluh-puluh tahun belum juga terpecahkan. Untuk itu, Pemprov Jabar akan berusaha memperjuangkan agar tidak lagi banjir merendam areal persawahan.
Karena kata Uu, secara nasional Jawa Barat ini merupakan salah satu provinsi terbesar penyuplai padi atau lumbung padinya pulau Jawa.
Baca Juga : Wagub Uu Sebut Jabar Selatan Prospektif di Berbagai Sektor
Namun untuk saat ini lumbung padi di Jawa Barat menurun. Banyak hal yang memengaruhinya, salah satunya akibat persawahan terendam banjir.
“Lahan sawahnya terendam banjir hingga berbulan-bulan, akibatnya para petani tidak bisa menanam padi,” kata Uu.
Pemdes Paledah Sering Laporkan Soal Banjir Sawah
Terpisah, Kepala Desa Paledah, Sano mengatakan, areal persawahan yang langganan terendam banjir seluas 517 hektar.
Sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, pihak desa sendiri sudah berkali-kali menyampaikan banjir sawah di Paledah.
Namun pihak yang bersangkutan tidak ada respon. Baik pemerintah provinsi, pusat maupun pihak BBWS Citanduy.
Ia juga menyebutkan bahwa, lokasi areal.sawah yang terendam banjir sudah brada oleh Kementerian PUPR.
“Alhamdulillah, ada program dari Presiden RI untuk percepatan pembangunan, dan Perpres Nomor 87 Tahun 2021. Percepatan pembangunan itu salah satunya menangani banjir sawah di Paledah,” pungkas Sano. (Ntang/R3/HR-Online/Editor-Eva)