Sejarah Idul Fitri yang terjadi dalam setiap tahunnya, ternyata tidak sedikit orang yang belum mengetahuinya. Sebagai umat muslim pastinya kita akan merayakan hari raya Idul Fitri setelah puasa Ramadan.
Terdapat banyak tradisi yang dilakukan ketika perayaan Idul Fitri. Ada yang maaf-maafan, memberi hadiah, dan silaturahmi ke sanak saudara.
Tak hanya itu saja, masih banyak kegiatan yang lainnya juga. Tetapi, apakah selama ini Anda pernah bertanya, “Apakah Idul Fitri itu juga terjadi pada zaman baginda Nabi SAW?”
Apakah juga merupakan anjuran atau ajaran Islam dari Nabi Muhammad SAW?
Hal tersebut mungkin juga sering muncul di benak kita. Mungkin selama ini kita kurang dalam memperdalam agama Islam, sehingga masih belum paham betul bagaimana sejarah adanya Idul Fitri tersebut.
Nyatanya adanya perayaan hari raya Idul Fitri juga mempunyai sejarah yang panjang dari zaman nabi. Dalam ajaran agama Islam juga menjelaskan bahwa awal mula terjadinya perayaan tersebut pada tahun pertama di bulan hijriyah.
Kendati demikian, pelaksanaan hari raya besar umat Islam tersebut baru dilaksanakan ketika tahun kedua Hijriyah. Pada hari tersebut juga bertepatan dengan adanya peristiwa Badar.
baca juga: Tata Cara Salat Idul Fitri yang Benar, Lengkap dengan Niat & Hukumnya
Sejarah Idul Fitri, Perayaan Besar Islam
Perlu Anda ketahui sebelum agama Islam datang, ternyata kaum jahiliyah yang ada di Arab itu sudah mempunyai dua hari raya, yakni hari raya nairuz dan mahrajan.
Keduanya tersebut dirayakan dengan pesta pora yang tidak bermanfaat sedikitpun.
Setelah agama Islam datang, Allah mengganti isi peringatan kedua hari raya masyarakat Arab tersebut dengan ekspresi yang lebih bahagia dan jauh dari dosa.
Dalam hal ini juga, Budha serta analisa mendokumentasikan kedatangan Nabi Muhammad pada tahun 622 Masehi ke Madinah.
Tapi sebelumnya ia sudah singgah di Quba, pinggiran kota Madinah, Nabi Muhammad juga menemui dua hari raya yang berlaku sejak lama.
Kemudian sahabatnya Anas radhiyallahu an menceritakan kepada Baginda Nabi. Bahwa masyarakat Arab itu sudah mempunyai dua hari raya besar, mereka merayakan dengan pesta pora yang tidak berfaedah.
Kemudian Nabi Muhammad menjelaskan, Allah itu menggantikan kedua raya besar tersebut untuk kalian yakni, hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.
baca juga: Tanda Diterimanya Amal Ramadan, Ketahui Jangan Sampai Merugi
Lebaran
Dengan demikian itu, sejarah Idul Fitri juga tidak terlepas dari perjuangan Nabi Muhammad SAW. Dia juga menjelaskan bahwa Idul Fitri pertama merupakan perayaan 2 kemenangan bagi kaum muslimin.
Pertama mereka sudah melaksanakan ritual puasa Ramadan berjuang menahan lapar, hawa nafsu, dan haus. Bukan hanya itu saja, tetapi juga berhasil dalam Perang Badar.
Maka dengan demikian, kemenangan pada hari tersebut juga mempunyai dua perspektif yakni sosial dan spiritual. Pertama kali merayakan hari besar Islam tersebut pada tahun 624 masehi atau bertepatan dengan Perang Badar.
Pada saat itu juga pasukan kaum muslim jauh lebih sedikit daripada kafir. Meskipun begitu Allah mengganjar kaum muslimin dengan perayaan yang luar biasa indah serta barokah, yakni Idul Fitri.
Pada zaman Dinasti Abbasiyah perayaan hari raya Idul Fitri mereka lakukan dengan adanya kegiatan meriah. Perayaan tersebut juga berlangsung selama 3 hari dengan menyantap berbagai makanan halal.
Sedangkan di kota Baghdad, biasanya perayaan tersebut dirayakan dengan adanya penampilan dari para musisi serta penyair. Maka dengan demikian sejarah Idul Fitri juga identik dengan segala hal yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.
baca juga: Sejarah Puasa Ramadan, Sudah Ada Sebelum Zaman Nabi Muhammad
Keistimewaannya
Sama seperti halnya dengan hari raya besar Islam. Perayaan Idul Fitri ini juga mempunyai keistimewaan.
Kita tidak hanya harus mengetahui bagaimana sejarah Idul Fitri yang setiap tahun kita lakukan. Tapi juga harus paham betul keistimewaan apa saja yang ada pada momen tersebut dan bisa kita dapatkan.
Keistimewaan yang pertama dalam Idul Fitri merupakan hari yang baik. Sebagaimana arti hadits riwayat Abu Daud serta nasai, Allah sudah memberikan kepada kalian berupa 2 hari yang jauh lebih baik yakni Idul Adha dan Idul Fitri.
Kemudian pada hari tersebut juga menjadi hari pembawa kebahagiaan dan kegembiraan. Bagaimana tidak, seperti pada penjelasan sebelumnya, Mungkin ada yang merayakan dengan tampilan para penyair.
Sedangkan Indonesia sendiri biasanya melakukan halal bihalal dan bisa bertemu dengan sanak keluarga. Tidak hanya itu saja, tapi pada perayaan besar ini juga menjadi hari kembali ke suci.
Dalam hal ini juga berkaitan dengan adanya kata Fitri yang artinya adalah Suci ataupun bersih dari segala dosa. Bagaimana bunyi Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, siapapun yang melaksanakan puasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.
Jadi, sejarah Idul Fitri juga tidak luput dari perjuangan Baginda Nabi SAW untuk menyebarkan agama Allah. (Muhafid/R6/HR-Online)