Rahasia kecerdasan gurita berhasil para ahli biologi dari Laboratorium Biologi Kelautan Universitas Chicago temukan. Tidak hanya gurita, sebenarnya para ilmuwan mengungkap rahasia kecerdasan yang spesies Cephalopoda miliki, termasuk juga cumi-cumi.
Mereka mengungkap rahasia tersebut dengan mengecek gen DNA spesies Cephalopoda.
Terungkapnya Rahasia Kecerdasan Gurita
Seorang ahli biologi yang berada di Laboratorium Biologi Kelautan Universitas Chicago bernama Caroline Albertin berhasil menemukan rahasia yang membuat spesies Cephalopoda memiliki kecerdasan yang baik.
Baca Juga: Fakta Unik Tentang Gurita
Spesies Cephalopoda sendiri terdiri dari hewan laut gurita dan cumi-cumi. Sudah sejak lama memang gurita terkenal menjadi salah satu hewan laut yang cukup pintar.
Setelah melakukan beberapa penelitian, Albertin berhasil mengungkap rahasia yang ada di balik kecerdasan Cephalopoda. Rahasia tersebut berupa kemampuan gurita dan Cephalopoda mengembangkan sistem saraf paling rumit. Salah satunya dengan mengecek gen DNA tersebut.
Gurita, cumi-cumi, dan sotong ternyata memiliki genom acak yang dapat membantunya dalam mengembangkan saraf paling rumit dibandingkan dengan semua jenis hewan invertebrata lainnya.
Gen hewan-hewan Cephalopoda ini pada urutan genetik baru telah diatur dan bercampur di dalam sebuah urutan yang terbilang aneh.
Hal tersebut memberikan hipotesis baru mengenai pengaturan gen yang dapat membuat pola ekspresi baru.
“Ini memunculkan hipotesis dalam pengaturan gen baru bisa menciptakan pola ekspresi baru. Artinya gen di tempat baru akan berguna dengan cara yang baru juga” ujar Albertin dari laman Live Science.
Proses gen yang aktif tersebut akan mampu menghasilkan beberapa jenis pekerjaan di dalam tubuh.
Baca Juga: Gurita Cincin Biru Viral di Media Sosial, Hewan Mematikan!
Telah Mengalami Pengacakan Genom
Pencampuran dan pencocokan DNA ini telah memberi evolusi yang baru. Pada gilirannya, hal ini juga dapat menjelaskan kemampuan gurita dan cumi-cumi yang luar biasa, seperti lengan yang mempunyai otak dan penglihatan tingkat lanjut.
Sebelumnya para ilmuwan juga telah lama menduga bahwa hal-hal aneh ini terjadi dalam genom Cephalopoda. 2015 lalu saat Albertin beserta rekannya mengurutkan genom pertama dari gurita untuk mengetahui seperti apa rahasia kecerdasan gurita.
Mereka awalnya berharap akan melihat seperti apa keunikan pola evolusi genetik yang mirip dengan banyak vertebrata lain atau duplikasi.
Memang selama sepanjang sejarah kehidupan yang ada di Bumi, semua vertebrata yang memiliki rahang menyalin genom mereka hingga dua kali.
Itu artinya, mamalia, burung, amfibi, ikan, dan hiu mengumpulkan sebanyak empat salinan genom yang asli. Beberapa gen yang mereka salin tersebut telah hilang, tetap banyak yang evolusi pinjam untuk mengambil peran baru.
Baca Juga: Video Gurita Viral di Tiktok Menjadi Buruan Netizen, Ini Kronologinya!
Hasil penelitian genom pada gurita ternyata berbeda. Genom Cephalopoda ternyata telah teracak. Albertin dan tim menemukan 505 blok dari tiga atau lebih gen yang terjadi bersamaan pada cumi dan gurita.
Uniknya, gen tersebut tidak dapat mereka temukan di hewan lain. Belum ada kejelasan mengenai bagaimana Cephalopoda melakukan hal itu.
Namun, fakta ini menunjukkan perspektif baru yang menarik mengenai bagaimana fitur baru muncul dalam evolusi serta membuka rahasia kecerdasan gurita dan kawan-kawannya. (R10/HR-Online)