Pengertian respirasi sel umumnya terjadi di tumbuhan dan hewan. Untuk melakukan ini mereka memanfaatkan nutrisi glukosa, asam amino, dan asam lemak.
Sebagian besar aliran energi melalui biosfer memulainya dengan organisme yang berfotosintesis.
Baca Juga: Fungsi Vakuola pada Sel Tumbuhan, Memiliki Peranan Sangat Penting
Kemudian, sebagian energi tersebut organisme peroleh, termasuk hewan yang nantinya akan memakan hasil fotosintesis dan organisme lain.
Apa Pengertian Respirasi Sel?
Respirasi dalam sel memiliki arti sebagai proses perubahan energi potensial dan nutrisi menjadi energi yang dapat tubuh gunakan atau organisme di tempat sel berada.
Proses ini akan terjadi di hewan dan tumbuhan. Respirasi seluler umumnya akan melibatkan oksidasi molekul untuk melepaskan energi, namun respirasi juga dapat tercapai tanpa oksigen.
Respirasi sel terjadi menggunakan molekul organik dari makanan, seperti asam lemak, gula, dan asam amino yang bisa menghasilkan energi.
Energi tersebut nantinya akan organisme simpan dalam molekul adenosin trifosfat (ATP) dan juga panas.
Baca Juga: Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan, Dilihat dari Ada Tidaknya Organel
Melansir dari University of California, proses respirasi sel juga akan menghasilkan karbondioksida dan air.
Resprasi sel berkembang setelah bakteri fotosintesis awal mulai menyediakan sumber oksigen yang stabil dan juga berlimpah, setelah oksigen menumpuk di atmosfer dan juga laut.
Jenis Respirasi Sel
Dalam pengertiannya, respirasi sel terbagi menjadi dua dasar respirasi seluler, yaitu aerobik dan juga anaerobik.
Aerobik artinya dengan oksigen. Dalam proses aerobik, oksigen berfungsi untuk memecah molekul dan kemudian melepaskan adenosin trifosfat (ATP) yang merupakan energi.
Sedangkan repirasi anaerobik jauh lebih efisien karena tidak membutuhkan oksigen. Respirasi anaerobik dapat menghasilkan hingga 30 ATP per molekul nutrisi nya.
Tetapi, hal itu membutuhkan proses yang lebih lambat untuk mencapainya. karena tidak membutuhkan oksigen, maka fermentasi adalah bentuk dari respirasi anaerobik.
Respirasi anaerob juga jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan respirasi aerobik. Meski demikian hanya mampu menghasilkan dua ATP dari tiap molekulnya. Seperti yang dilansir dalam AnaerobicRespiration.net, manusia mampu menggunakan kedua pengertian respirasi seluler tersebut.
Tujuan Respirasi Sel
Selain pengertian, Respirasi sel memiliki tujuan untuk menghasilkan energi dalam bentuk yang nantinya dapat organisme gunakan.
Baca Juga: Fungsi Dinding Sel Untuk Kelangsungan Hidup Tumbuhan
Tanpa adanya respirasi di dalam sel, hewan, tanaman, manusia, atau mikroorganisme yang ada tidak bisa bertahan hidup karena tidak mendapatkan energi yang mereka butuhkan.
Faktor yang Mempengaruhi Respirasi
Berikut ini beberapa faktornya:
- Kondisi iklim, seperti suhu lingkungan dan juga pola curah hujan yang terjadi. Suhu yang terlalu tinggi atau rendah akan mempengaruhi organisme bernapas.
- Interaksi spesies, dalam hal ini, interaksi spesies yang utama adalah bagaimana mereka saling memakan makanannya.
- Proses evolusi, evolusi yang terjadi dapat mengubah tingkat pertumbuhan dan reproduksi organisme.
- Faktor lingkungan abiotik, faktor dapat memberikan pengaruh terhadap reaksi kimia respirasi adalah nutrisi, keasaman air, dan ketersediaan oksigen.
Itulah proses dari pengertian respirasi sel yang terjadi pada organisme di Bumi untuk bertahan hidup. Selama respirasi produk yang dihasilkan adalah ATP yang merupakan energi. (R10/HR-Online)