Keteladanan Nabi Yahya sangat menginspirasi, merupakan salah satu nabi yang wajib untuk kita imani. Nabi Yahya adalah anak dari Nabi Zakaria As.
Namun perlu Anda ketahui saat lahirnya Nabi Yahya, usia sang ayah memang sudah cukup lanjut. Dalam sejarah Islam, ketika usia Nabi Yahya muda atau remaja terkenal sebagai sosok yang cerdas dan bisa menghafalkan apa saja isi dari kitab Taurat.
Hal penting yang harus Anda ketahui, mengenai kehidupan anak dari Zakaria ini adalah semasa hidupnya terjadi banyak peristiwa yang menggetarkan iman.
Bukan hanya usia ayahnya yang sudah tua ketika Yahya lahir. Namun Yahya lahir di tengah masyarakat yang terbagi menjadi dua kelompok besar.
Di antaranya ada masyarakat yang memanfaatkan keadaan, guna memuaskan hawa nafsunya. Selain itu masyarakat tersebut juga selalu merindukan juru selamat yang akan membawa mereka kepada kehidupan yang lebih sejahtera.
Dalam kisahnya juga, putra Zakaria ini tidak pernah berbuat salah. Nabi Yahya berbakti kepada orang tuanya dan selalu berbuat baik. Tidak pernah sombong serta lemah lembut.
Baca juga: Istri Nabi Zakaria, Seorang Muslimah yang Solehah
Keteladanan Nabi Yahya As Menginspirasi
Oleh sebab itulah, Allah memberikan penghormatan serta keselamatan untuk Yahya. Allah menghindarkan bahaya serta penyakit untuk Nabi Yahya.
Pada waktu lahir Nabi Yahya mendapat kesejahteraan dari Allah SWT. Kemudian pada hari meninggal dan saat hari kiamat Nabi Yahya akan dibangkitkan kembali dengan adanya kemuliaan dihadapan Allah SWT.
Keteladanan Nabi Yahya bermula ketika ayahnya memanjatkan doa kepada Allah supaya memberikan keturunan untuk melanjutkan dakwahnya.
Karena Allah Yang Maha mengabulkan doa, dengan melalui perantara para malaikat Allah memberikan jawaban terhadap doa Zakaria tersebut.
Allah menyampaikan kabar gembira kepada Zakaria dengan lahirnya Yahya. Yahya yang akan membenarkan kalimat ataupun firman dari Allah.
Lalu akan menjadi panutan serta mempunyai kemampuan untuk menahan diri serta merupakan nabi di antara orang yang sholeh.
Baca juga: Keteladanan Nabi Zakaria, Tidak Ada yang Tidak Mungkin Bagi Allah SWT
Peduli dan Penyayang
Seperti pada penjelasan sebelumnya, bahwa keteladanan Nabi Yahya yang pertama mempunyai rasa peduli dan penyayang. Allah memberikan karunia sifat al-hanan kepada Nabi Yahya saat usianya masih remaja.
Al-hanan sendiri artinya adalah cinta yang mendalam terhadap orang lain. Sifat tersebut bisa muncul bukan karena belas kasih.
Melainkan adanya ilmu yang mendalam serta pemahaman dalam diri bahwa apapun yang Allah ciptakan itu tidak ada yang sia-sia.
Adanya sifat al-hanan dalam diri Yahya, menjadikan ia tumbuh menjadi pribadi yang selalu fokus juga maksimal dalam menjalankan tugas sebagai hamba. Zuhud terhadap dunia, karena Nabi Yahya sadar bahwa dunia itu sifatnya Fana dan hanya sementara.
Peduli, hal yang mendasari Nabi Yahya mempunyai sifat peduli kepada sesama adalah manusia itu merupakan wakil Allah. Sehingga harus bisa mengelola serta memakmurkan bumi sesuai apa yang Allah kehendaki.
Dengan demikian, terdapat banyak sekali keteladanan Nabi Yahya yang patut untuk kita amalkan dalam kehidupan sekarang ini.
Baca juga: Keteladanan Nabi Syuaib Jujur dalam Jual Beli dan Gigih Berdakwah
Zuhud yang Menjadi Teladan
Zuhud juga menjadi salah satu keteladanan Nabi Yahya. Ia adalah salah satu nabi yang menjadi cermin untuk semua umat Islam dari segi ibadah, cinta, dan zuhud.
Hal penting yang harus Anda ketahui mengenai anak Zakaria ini adalah sikapnya yang selalu mengungkapkan rasa cintanya kepada semua makhluk. Bukan hanya manusia saja.
Mungkin bisa dikatakan bahwa, apa yang Nabi Yahya lakukan itu berbeda dengan kehidupan zaman sekarang.
Manusia zaman sekarang itu hanya mengungkapkan rasa cintanya kepada manusia lain atau lawan jenis. Tetapi Nabi Zakaria cinta kepada manusia, binatang buas, burung burung, gunung, bahkan gurun.
Dalam sejarah Islam juga menjelaskan, saat usia Nabi Yahya masih belia sudah sangat cerdas dan hafal semua isi dari kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa.
Allah sengaja memerintahkan kepada Yahya untuk mempelajari kitab Taurat dengan sungguh-sungguh. Bahkan Nabi Yahya sudah Allah berikan hikmah saat usianya masih anak-anak.
Allah juga membersihkan Nabi Yahya terhadap dosa dan memberinya rasa kasih sayang, serta menjadikannya sosok yang bertaqwa.
Sudah menjadi takdir dari Allah SWT, bahwa semua keteladanan Nabi Yahya harus berakhir ketika dirinya berusaha mempertahankan kebenaran yang beliau sampaikan di istana raja yang lalim. Peristiwa tersebut juga mempunyai kaitan dengan penari pelacur. (Muhafid/R6/HR-Online)