Kenapa Matahari tenggelam? Hal itu mungkin sudah menjadi pertanyaan di dalam diri Anda.
Padahal, jawabannya dari pertanyaan itu sangat mudah. Menurut sains, Matahari dapat tenggelam karena siklus Bumi.
Sebagai planet, Bumi yang menjadi tempat kita tinggal ini terus melakukan pergerakan. Sedangkan Matahari hanya diam di tempatnya.
Baca Juga: Bintik Matahari Raksasa Beri Ancaman Badai Magnetik yang Dahsyat
Alasan Kenapa Matahari Tenggelam Setiap Harinya
Matahari merupakan sumber energi terbesar di Bumi. Matahari selalu terbit dan juga sebaliknya di setiap harinya.
Ketika Matahari tenggelam, maka Bumi akan masuk ke dalam fase malam hari. Fenomena ini sebenarnya dapat sains jelaskan secara detail.
Matahari bisa tenggelam karena Bumi terus melakukan gerakan. Hal itu Bumi lakukan karena bergerak mengelilingi Matahari.
Pergerakan tersebut bernama revolusi. Akan tetapi, proses yang bisa menyebabkan Matahari terbit dan sebaliknya adalah rotasi Bumi.
Apa itu rotasi? Rotasi merupakan sebuah proses yang Bumi lakukan berupa putaran pada porosnya secara terus menerus.
Bumi akan melakukan rotasi ke arah timur. Dengan begitu, tentunya selalu ada bagian Bumi yang menghadap ke Matahari dan ada juga yang membelakanginya.
Bagian yang membelakangi Matahari tersebutlah yang akan menjadi malam dan tampak seolah-olah Matahari tenggelam.
Sebaliknya, wilayah yang menghadap Matahari akan menjadi siang, yang mana Matahari seolah-olah terbit.
Baca Juga: Sisa Umur Matahari Berhasil Diprediksi, Apa yang Terjadi Pada Bumi?
Waktu Bumi Berotasi
Rotasi yang Bumi lakukan tentunya tidak terjadi begitu saja. Bumi membutuhkan waktu untuk menyelesaikan satu kali putaran.
Waktu yang Bumi butuhkan untuk berotasi satu kali putaran adalah 23 jam 56 menit dan 41 detik. Namun, waktu tersebut dibulatkan menjadi 24 jam dalam satu hari.
Rotasi Bumi sebenarnya sangat penting untuk kehidupan di Bumi. Selain menjadi alasan kenapa Matahari tenggelam, rotasi Bumi juga mempengaruhi arus arah laut.
Kenapa Gerakan Rotasi Bumi Tidak dapat Manusia Rasakan?
Jika Bumi terus berputar, lantas kenapa manusia tidak dapat merasakannya?
Gerakan rotasi Bumi tidak dapat manusia rasakan karena kita tidak memiliki organ untuk merasakan kecepatan yang sebenarnya.
Manusia hanya mampu mengetahui cepat atau lambat secara relatif jika kita melihat sesuatu sebagai acuannya.
Fakta menyenangkannya, menurut Starchild by NASA, orang yang tinggal di garis Khatulistiwa bergerak 1.600 kilometer per jam akibat dari rotasi Bumi ini.
Kecepatan tersebut akan semakin menurun jika posisinya semakin mendekati poros Bumi di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Di daerah Kanada bagian selatan, kecepatan pergerakannya hanya sekitar 1.000 kilometer per jam saja.
Baca Juga: Potret Matahari dari Jarak Dekat Paling Menakjubkan Milik NASA dan ESA
Sebagai perbandingannya, jika Anda bergerak di dalam mobil, maka membutuhkan speedometer untuk mengetahui kecepatannya. Tanpa speedometer, kita hanya dapat memperkirakan pergerakan yang mobil lakukan.
Itulah yang terjadi ketika Bumi berotasi, hingga menjadi alasan kenapa Matahari tenggelam. Semua hal di dunia ini dapat dijelaskan melalui sains, termasuk fenomena Matahari terbit dan tenggelam yang terjadi setiap harinya. (R10/HR-Online)