Jalan bata kuning di Samudra Pasifik, para ilmuwan temukan. Jalan tersebut berada di dasar Samudra Pasifik yang sangat dalam.
Keberadaan dari jalan ini sontak mengejutkan para ilmuwan. Mereka bertanya-tanya bagaimana jalan bata tersebut bisa terendam di dasar samudra yang bahkan tidak terjangkau.
Hal ini tentu saja menjadi sebuah bahan penelitian baru. Para ilmuwan juga ingin menguak fakta yang tersembunyi mengenai keberadaan jalan bata ini.
Baca Juga: Asal Muasal Terbentuknya Benua dan Samudra, Bagaimana Sejarahnya?
Temuan Jalan Bata Kuning di Samudra Pasifik
Samudra Pasifik menjadi salah satu samudra yang ada di dunia ini. Apa sebenarnya Samudra itu?
Melansir dari Wikipedia, samudra, osean, atau lautan memiliki arti sebagai laut yang sangat luas dan memiliki massa air asin yang saling tersambung meliputi permukaan Bumi.
Samudra kemudian akan dibatasi oleh benua atau sebuah kepulauan besar. Selain Samudra Pasifik, terdapat juga Samudra Arktik, Samudra Selatan, Samudra Atlantik, dan Samudra Hindia.
Baru-baru ini para ilmuwan baru saja melakukan penjelajahan Samudra Pasifik. Kapal Eksplorasi Nautilus melakukan perjalanan ke dasar Samudra terbesar dunia tersebut.
Pada penjelajahannya, tanpa disangka mereka menemukan sebuah jalan setapak yang terbuat dari bata berwarna kulit. Ketika tengah mempelajari punggung dari Bukit Lili’uokalani.
Awak Nautilus sendiri mengaku awalnya melihat formasi yang tidak biasa saat mempelajari daerah tersebut di Papahānaumokuakea Samudra Pasifik, yakni sebuah Monumen Nasional Laut.
Formasi yang mereka temukan berupa jalan bata kuning di Samudra Pasifik yang tentunya terbuat dari bebatuan, membuat para peneliti dalam Nautilus mengaku sangat terkesan sekaligus heran.
Daerah yang terbentang lebih dari 1.510.000 km2 ini memang sangat menarik untuk para ilmuan. Hingga saat ini, hanya sekitar 3% dari dasar laut yang telah berhasil mereka pelajari.
Dengan menggali lebih dari 3.000 meter ke perairan yang tidak pernah terjamah sebelumnya, maka peneliti dapat membuat penemuan aneh yang terekam secara langsung.
Baca Juga: Karakteristik Samudra Pasifik dan Fakta Menarik Didalamnya
Merupakan Kota Hilang Atlantis?
Ketika melihat penemuan ini, sontak yang terlintas di dalam benak tentu saja kota Atlantis yang terkenal itu.
Bahkan penemuan ini mendapat julukan “jalan menuju Atlantis”. Namun, benarkah itu yang terjadi?
Daripada mempercayai bahwa jalan bata ini adalah salah satu atlantis yang hilang, para ilmuwan lebih percaya bahwa ini merupakan dasar dari danau tua yang kering.
Tim peneliti yang ada berpendapat bahwa lantai ini muncul karena tertutup dengan batu vulkanik sehingga terlihat seperti batu bata.
Meski terletak ribuan kilometer di bawah permukaan laut, dasar danau ini terlihat sangat kering. Tim mencatat bahwa tanah ini hampir menyerupai “kerak panggang” yang dapat terkelupas.
Hal itu terjadi karena perubahan suhu yang sangat lama. Di satu bagian kecil, batu vulkanik memiliki retak yang sedemikian rupa hingga menyerupai batu bata.
Baca Juga: Teori Laurasia Gondwana: Bagaimana Permukaan Bumi Terbentuk?
“Retakan secara 90 derajat yang unik ini kemungkinan terkait dengan tekanan pemanasan dan pendinginan dari beberapa letusan yang terjadi di margin panggang ini,” tulis keterangan pada video YouTube resmi penjelajahan.
Jadi, sebenarnya jalan bata kuning di Samudra Pasifik ini bukanlah Atlantis, melainkan berupa dasar danau tua yang tertutup abu vulkanik hingga membuat lapisan seperti batu bata. (R10/HR-Online)