Hujan meteor Eta Aquarid kali ini dapat diamati dari Indonesia. Hal itu tentu menjadikannya cukup istimewa.
Seusai lebaran, akan ada sebuah fenomena alam di Indonesia. Fenomena tersebut adalah hujan meteor yang bernama Eta Aquarid.
Hujan meteor satu ini terjadi secara tahunan. Andi Pangerang, peneliti dari Pusat Riset Antariksa BRIN memberikan penjelasan bahwa puncak dari hujan meteor ini sama seperti tahun lalu, yakni 6 Mei.
Baca Juga: Meteor yang Pernah Jatuh ke Bumi, Ada di Indonesia!
Fenomena Hujan Meteor Eta Aquarid Tahunan
Fenomena Eta Aquarid merupakan hujan meteor yang berasal dari komet Halley. Hujan meteor ini terlihat berada di konstelasi Aquarius Selatan.
Jika cuaca memungkinkan, maka fenomena ini dapat Anda lihat lebih jelas setelah terjadi bulan sabit waktu terbenam dan pada saat langit menjadi lebih gelap.
Bill Cooke yang merupakan pemimpin dari Meteoroid Environment Office NASA di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall Alabama, Amerika Serikat.
Ia menjelaskan bahwa Eta Aquarid akan sangat terlihat dari belahan Bumi selatan atau dekat dengan garis khatulistiwa.
Melansir dari peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang menyebut bahwa puncak dari fenomena ini akan sama pada tahun lalu, yaitu pada tanggal 6 Mei.
Andi juga menjelaskan bahwa meski fenomena Eta Aquarid ini berasal dari konstelasi Aquarius, tetapi untuk menikmati ini tidak perlu menghadap ke arah rasi bintang Aquarius itu sendiri.
Hal itu karena kemunculan meteor pada Eta Aquarid ini dari berbagai penjuru di langit. Adapun hujan meteor Eta Aquarid ini berasa dari serpihan komet Halley yang muncul setiap 76 tahun sekali.
Baca Juga: Hujan Meteor Chi-Orionid Malam Ini Bersamaan Fase Bulan Perbani Awal
Jadwal Fenomena Eta Aquarid
Bagi Anda yang ingin menyaksikan hujan meteor ini, maka bisa mengamatinya sekitar pukul 01.00 WIB dini hari hingga pukul 05.00 WIB. Titik radian tertinggi dari hujan meteor akan terjadi sebelum fajar atau sekitar pukul 04.00 WIB.
Puncak terjadinya Eta Aquarid ada 6 Mei 2022 mendatang akan berada di pukul 09.00 WIB. Alhasil, waktu tampak terbaik baru akan dapat disaksikan ketika titik radian dari Eta Aquarid akan terbit mulai pukul 01.00 WIB di tanggal yang sama.
Tahun lalu, hujan meteor ini terjadi saat bulan Ramadan, sehingga masyarakat dapat menyaksikannya saat sahur.
Eta Aquarid menjadi salah satu fenomena hujan meteor yang sangat bagus untuk Anda saksikan karena memiliki intensitas yang sedang, yakni sekitar 50-60 meteor jatuh per jamnya.
Hujan meteor ini dapat Anda amati dengan baik jika keadaan langit cerah karena bertepatan dengan bulan sabit tua. Alhasil, langit akan lumayan gelap.
Baca Juga: Perbedaan Meteor dan Meteorit Menurut Berbagai Segi
Meski puncaknya berada di tanggal 6 Mei 2022, namun hujan meteor ini masih akan terus terjadi hingga tanggal 28 Mei 2022 mendatang di rentang waktu muncul yang sama.
Bagi penggemar fotografi, fenomena hujan meteor Eta Aquarid ini sepertinya tidak dapat Anda lewatkan. Fenomena ini akan menjadi kesempatan Anda untuk berkarya dalam menghasilkan astrofotografi yang memukau. (R10/HR-Online)