Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Misteri kematian Bripka Iwan Suhendar, anggota Polsek Singaparna, Polres Tasikmalaya akhirnya terjawab. Hal tersebut setelah keluarnya hasil autopsi dari jasad anggota Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono mengungkapkan, informasi dari dokter forensik Polda Jabar, tidak ditemukan kekerasan yang menyebabkan kematian.
“Kata dokter forensik yaitu dr Fahmi, adanya lebam di pipi dan hitam keunguan pada leher, disebabkan almarhum mengalami kekurangan oksigen atau happy hypoxia,” ungkapnya Rabu (25/5/2022).
“Sementara adanya memar akibat dari jantungnya. Itu info yang kami terima sementara,”imbuhnya.
Baca Juga : Tewas Tak Wajar, Polres Tasikmalaya Autopsi Jenazah Anggota Polsek Singaparna
Lebih lanjut AKBP Rimsyahtono mengatakan, almarhum sekarang sudah dimakamkan oleh keluarganya di Kabupaten Bandung Barat, Senin (24/05/2022).
“Meski hasil autopsi keluar, Kami masih menampung informasi dari masyarakat, jika ditemukan fakta baru. Hal itu untuk langkah-langkah kita kedepan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan HR Online, Polres Tasikmalaya akan melakukan autopsi kepada anggota Polsek Singaparna yang diduga meninggal tak wajar.
Korban adalah Iwan Suhendar yang juga merupakan Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, yang meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022) dini hari.
Sebelum meninggal dunia, korban sempat mendapatkan perawatan intensif di IGD RSUD Singaparna Medika Citrautama (SMC).
Saat itu, korban mengeluhkan sesak nafas. Selain itu, ada luka lebam pada bagian kepala belakang. Namun hasil dari autopsi ternyata tidak ditemukan kekerasan yang menyebabkan kematian. (Apip/R5/HR-Online/Editor-Adi)