Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, arus balik lebaran 2022 harus diantisipasi serius oleh semua pihak.
Pasalnya, ada beberapa ancaman yang menyertai saat arus balik, yakni penyebaran Covid-19 dan urbanisasi (pendatang dari Desa ke Kota).
“Izin mudik kali ini adalah yang pertama kali dalam 3 tahun terakhir sejak pandemi, ada konsekuensi yang harus ditanggung pemerintah,” ujar Ridwan Kamil Kamis (5/5/2022) dalam sebuah wawancara.
Saat libur lebaran 2022 ini lanjut Emil, Jabar tidak hanya jadi perlintasan arus mudik balik, tapi Jawa Barat menjadi daerah tujuan wisata.
Maka pihaknya melakukan fokus penanganan wisata, dengan mengetatkan skrining pengunjung untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Semua tempat wisata harus memberlakukan aturan skrining aplikasi peduli lindungi,” katanya.
Baca juga: Wakil Gubernur Jabar Memprediksi Puncak Arus Balik Jalur Selatan 7-8 Mei 2022
Lanjutnya, meski Jabar sudah memenuhi target vaksinasi booster seperti yang direncanakan, namun semua pihak jangan lemah.
“Saya berharap mobilitas yang tinggi saat arus mudik balik, tidak menjadi penyebab peningkatan kasus Covid-19 di Jabar,” jelasnya.
Kata dia, data (BOR) di rumah sakit di Jabar hanya 0,8 persen, artinya setiap hari ditemukan kasus Covid-19 kurang dari 40 orang.
“Mudah-mudahan datanya setelah arus balik relatif sama, sehingga skenario pandemi menjadi endemi tetap berjalan,” pungkas Emil.
Sementara itu arus balik di Jabar sampai H+4 masih terkendali. Emil mengucapkan terima kasih kepada semua petugas yang telah bekerja keras mengatur lalu lintas. (R8/HR Online/Editor Jujang)