Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar), mengaku kena tipu orang yang ngaku dekat dengan Wakil Gubernur (Wagub) Jabar.
Pemdes Tanjungsari menjadi korban penipuan program bantuan keuangan Provinsi Jabar tahun anggaran 2021. Tak tanggung-tanggung, kerugian pemdes ini mencapai puluhan juta rupiah.
Sementara sebagai luapan kekesalan, salah seorang perangkat Desa Tanjungsari sampai membuat status di Facebook. Status tersebut diunggah di akun M. Nadir, dengan keterangan korban kena tipu orang yang ngaku dekat dengan Wagub Jabar ini.
“Yang janjinya manis katanya bisa mendatangkan program ternyata cuma penipuan. cirian bengetna,” terang M. Nadir dalam status Facebook dengan dilengkapi foto pelakunya
“Kade bisi katipu Ku AJ. kade omongana aramis. Kabeh geh tebaraleg,” lanjutnya.
Kronologis Pemdes di Ciamis Kena Tipu Orang Ngaku Dekat Wagub Jabar
Kepada HR Online, Asep Wahyu, salah seorang perangkat Desa Tanjungsari menuturkan, sebelumnya datang tiga orang berinisial DR, HRS, serta AJ.
Adapun ketiga orang tersebut mengaku sebagai koordinator pengusung dana bantuan provinsi (Banprov), yang menawarkan beberapa program ke desanya.
Saat itu, ketiga orang ini menemui kepala desa serta membicarakan tentang adanya anggaran Banprov non reguler tahun 2021 dengan nominal sebesar Rp 1,5 miliar.
“Dan setelah mendengarkan apa yang mereka bicarakan itu, kepala desa pun merasa tertarik dengan penawaran program itu,” tuturnya, Sabtu (16/4/2022).
Setelah itu, sambung Wahyu, kepala desa menyuruh Kasi Ekbang serta dirinya untuk membuatkan proposal usulan bantuan anggaran itu.
“Dan ketika itu, saudara DR, juga HRS meminta sejumlah uang dengan alasan untuk biaya operasional pengurusan dokumen yang nantinya akan dibawa ke provinsi,” terangnya.
Sementara guna memenuhi permintaan 3 orang itu, pihak desa meminta bantuan ke salah seorang kepala dusun, untuk memberikan sejumlah uang kepada mereka. Meskipun menggunakan uang pribadi (dana talang).
Bahkan, pihaknya bukan hanya cuma satu kali memberikan uang. “Ada beberapa kali. Mereka selalu beralasan ini itu, agar kami memberikan uang terus,” ucapnya.
Alasan Pemdes Tanjungsari Ciamis Percaya Kepada Pelaku
Lebih lanjut Wahyu menambahkan, beberapa perangkat desa merasa sangsi dengan apa yang ketiga orang tersebut tawarkan.
Akan tetapi, saat mereka mengaku sebagai orang yang memiliki kedekatan atau orang dekat dengan Wagub Jabar, kepercayaan pun mulai tumbuh besar.
“Namun setelah kita tunggu-tunggu sampai sekarang tidak ada satupun yang cair. Bahkan sekarang telah menginjak pertengahan tahun 2022,” tuturnya.
Wahyu mengaku, selain Kepala Dusun Panglanjan, ia juga ikut memberikan uang sejumlah 10 juta rupiah kepada AJ.
Adapun untuk uang yang Rp 10 juta tersebut, AJ menjanjikan kepadanya akan memberikan bantuan Penerangan Jalan Umum (PJU). “Dan sama program ini juga tidak kunjung datang,” tukasnya.
Lanjut Wahyu, saat itu AJ sempat memberikan cek kepada Kadus Panglanjan. “Namun setelah dikonfirmasi, ternyata dia hanya memberikan cek kosong,” katanya.
Sementara itu, Kadus Panglanjan M. Nadir, membenarkan telah membuat status dalam akun Facebook-nya. Hal itu ia lakukan karena merasa sangat kesal kena tipu orang yang ngaku dekat dengan Wagub Jabar ini.
“Hal ini saya lakukan karena sudah sangat kesal dengan janji-janji mereka, Jika saya totalkan, uang yang sudah saya keluarkan kepada mereka itu sudah Rp 70 jutaan,” terangnya.
Nadir mengaku sudah pernah menemui AJ untuk menagih janjinya akan program bantuan keuangan Provinsi Jabar tahun anggaran 2021. Saat itu, ia menemui AJ bersama Binmas.
“Bahkan saat itu sampai membuat surat perjanjian pengembalian. Akan tetapi, hingga detik ini janjinya itu belum juga dibayarkan,” terangnya.
Sebagai korban yang kena tipu orang yang ngaku dekat dengan Wagub Jabar ini, ia lalu melaporkan kasus tersebut ke Polres Ciamis. (Suherman/R5/HR-Online/Editor-Adi)