Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Direktur PDAM Tirta Galuh Ciamis Cece Hidayat memastikan tidak ada zat kimia yang dihasilkan dari limbah pembuangan PDAM Purwadadi.
Sebelumnya para petani di Desa Purwadadi, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengeluh lantaran gagal panen. Mereka menduga panen gagal karena limbah pembuangan PDAM Purwadadi.
“Tidak ada zat kimia berbahaya pada limbah PDAM yang masuk ke saluran irigasi di Purwadadi ini. PDAM paling hanya menggunakan kaporit jadi nggak mungkin sampai menimbulkan dampak gagal panen terhadap pertanian,” ujar Cece usai menghadiri mediasi dengan para petani di kantor Desa Purwadadi, Rabu (13/4/2022).
Baca Juga: PDAM Ciamis Dibentuk Tujuannya Service Bukan Profit
Meskipun begitu, lanjut Cece, pihaknya tetap melakukan mediasi dan memberi penjelasan kepada para petani agar tidak salah paham.
“Kami tadi telah melakukan mediasi serta memberikan keterangan kepada para petani, hal ini agar tidak salah paham dan menyalahkan PDAM sebagai sumber kegagalan panen,” katanya.
PDAM Ciamis Selalu Mengeruk Saluran Setiap Musim Panen di Purwadadi
Menurut Cece, sejak PDAM dibangun di wilayah Kecamatan Purwadadi, pihaknya selalu melakukan upaya perawatan saluran dengan pengerukan setiap musim panen atau dua kali dalam setahun.
“Dari tahun-tahun sebelumnya kita selalu upayakan pemeliharaan dalam waktu satu tahun itu dua kali. Untuk pelaksanaan itu kita sudah serahkan ke pihak Desa jadi semuanya itu dilaksanakan oleh desa,” jelasnya.
Baca Juga: Irigasi Penuh Lumpur Diduga Limbah PDAM, Camat Purwadadi Ciamis Turun ke Lapangan
Cece menuturkan, PDAM Ciamis hanya memberikan dana untuk biaya perawatan saluran. Setiap perawatan anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 3,5 juta.
“Jika tidak salah, itu (anggaran) sebesar 3,5 juta untuk satu kali perawatan, jadi dalam setahun itu sekitar 7 jutaan,” katanya.
Rencananya, lanjut Cece, pihaknya akan mengusulkan pengerukan saluran pembuangan limbah akan dilakukan 3 kali dalam setahun.
“Mekanismenya sama, kita serahkan ke Desa. Jadi nanti silakan apakah mau langsung oleh petani yang mengerjakannya atau pihak lain juga gak apa-apa. Tapi bagusnya oleh petani sekitaran saja biar nantinya tahu bagaimana keinginan para petani bisa diatur oleh petani juga,” kata Cece.
Terkait masalah lumpur yang memenuhi saluran irigasi, Cece mengatakan, itu bukan lumpur limbah PDAM saja.
“Kami yakin dan rekan-rekan juga pasti tahu, sumber lumpurnya itu bukan sepenuhnya dari limbah. Tapi terjadinya lumpur itu akibat curah hujan, sekitaran saluran kan banyak tebingnya, jadi itu cenderung lumpur bawaan dari curah hujan, yakin tidak sepenuhnya itu limbah,” terangnya. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)