Keteladanan Nabi Musa dapat memberikan pelajaran berharga bagi umat Muslim. Bagaimana tidak, Musa AS memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa serta senantiasa patuh kepada Allah. Kisah hidupnya bahkan diceritakan sampai ratusan kali dalam kitab suci Al Quran.
Baca juga: Keteladanan Nabi Syuaib dan Kisahnya Menghadapi Kaum Madyan
Misalnya pada Surah Al A’raf ayat 144 yang menjelaskan tentang pertama kali Allah mengangkat Musa menjadi seorang nabi. Kemudian dalam Surah Ta Ha ayat 9–13 terkait momen Musa menerima wahyu pertama di Bukit Tursina.
Kisah Keteladanan Nabi Musa AS
Kisah kelahiran Musa AS sendiri bermula ketika Mesir berada di bawah kepemimpinan Fir’aun. Seorang raja yang kejam, semena-mena dan gila kekuasaan. Sampai-sampai, kepada seluruh rakyatnya, Fir’aun mengaku sebagai Tuhan.
Hingga suatu hari, seorang ahli nujum meramalkan akhir dari kepemimpinannya yang luluh lantah akibat kelahiran seorang anak laki-laki. Takut kehilangan kekuasaannya, Fir’aun langsung mengeluarkan perintah untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir.
Ibunda Musa, Yokhebed, merasa sangat cemas pasca menyembunyikan kelahiran sang buah hati. Kemudian Allah memerintahkan kepada ayah Musa untuk menempatkan bayinya dalam sebuah peti kecil. Setelah itu, mereka melepaskannya di sungai Nil.
Musa kecil kemudian ditemukan oleh seorang wanita bernama Asiya yang merupakan istri Fir’aun. Ia tersentuh oleh bayi tersebut dan memutuskan untuk merawatnya. Atas seizin sang suami, Asiya membawa Musa ke istana dan membesarkannya sebagaimana anaknya sendiri.
Dari sanalah awal perjuangan Musa meruntuhkan kekuasaan Fir’aun. Ini menjadi bencana besar bagi sang raja. Mengingat Fir’aun tak pernah menyangka musuh terbesarnya justru hidup dan tumbuh dari istananya sendiri.
1. Memiliki Keberanian yang Luar Biasa
Keteladanan Nabi Musa yang paling menonjol dalam memerangi kekejaman Fir’aun adalah sikap beraninya. Ia tak gentar berdiri di depan Firaun, menghadapinya dengan keyakinan pada kebenaran Allah SWT.
Baca juga: Kisah Teladan Nabi Hud, Berakhlak Mulia dan Tidak Sombong
Ini dapat kita lihat ketika Musa harus melawan sejumlah penyihir dari kerajaan Fir’aun. Seluruh ahli sihir di bawah perintah raja menyepelekan Musa bersama ilmunya. Namun, sang Nabi tidak berkecil hati, ia mulai melempar tongkatnya hingga menjadi ular.
Beberapa keajaiban yang bisa Musa tunjukkan sontak membuat banyak orang di kerajaan takjub. Apalagi ketika tangan cicit Yakub itu bercahaya dan tongkatnya mampu menelan seluruh lemparan sihir dari para musuh.
Para ahli sihir segera memutuskan menjadi pengikutnya, sehingga membuat Fir’aun semakin marah. Adapun kisah hidup Fir’aun berakhir bersama bala tentaranya di laut Merah. Tepat ketika mereka mengejar Musa, dan sang nabi selamat setelah membelah lautan dengan tongkatnya.
2. Senantiasa Patuh pada Kehendak Allah
Sifat patuh menjadi keteladanan Nabi Musa yang sudah sepatutnya kita amalkan. Bagaimana tidak, meski memiliki banyak kelebihan, Musa tetap tunduk dan tidak pernah berpaling pada perintah yang Maha Kuasa.
Seperti ketika Allah memanggil Musa ke Gunung Sinai untuk menerima Kitab Taurat. Selama 40 hari 40 malam, Musa berdialog dengan Allah SWT. Sampai akhirnya timbul keinginan di hatinya untuk melihat wujud Yang Maha Kuasa secara langsung.
Baca juga: Keteladanan Nabi Luth, Gigih Berdakwah Hadapi Kaum yang Menyimpang
Mendengar permintaan Musa, Allah lalu memperlihatkan wujud-Nya. Kendati demikian, saat Allah muncul, justru gunung yang Musa pijak berubah cair dan lenyap dari permukaan Bumi. Musa sontak pingsan merasa menyesal telah menantang Allah.
“Maha Suci Engkau ya Allah, aku bertaubat minta ampunan, akulah orang yang benar-benar percaya kepada-Mu dan segala perintahmu.”
3. Kesabaran dalam Menghadapi Berbagai Cobaan
Keteladanan Nabi Musa yang terakhir adalah sifat sabarnya. Seperti yang umat Muslim ketahui, Musa menjadi nabi untuk kaum Bani Israil. Sebuah kaum yang menjadi sasaran kekejaman di masa pemerintahan Fir’aun.
Beragam cara Musa lakukan demi bisa memerdekakan kaum tersebut. Ia bahkan harus mendapat serangan bertubi-tubi, cemoohan, dan banyak rintangan lain yang membahayakan nyawanya sendiri. Namun Musa tetap teguh dan tidak pernah putus asa.
Ujian terberat Musa adalah ketika mampu membebaskan kaum Bani Israil, namun banyak dari mereka yang justru mengkhianatinya. Tak sedikit masyarakat yang berhasil bebas dari cengkeraman Fir’aun justru menolak mengimani Allah.
Baca juga: Sarah Istri Nabi Ibrahim, Wanita Cantik yang Sholehah
Berkat keteladanan Nabi Musa yang luar biasa, sangat pantas jika ia mendapat gelar sebagai rasul Ulul Azmi. Dengan mengetahui kisah-kisahnya, semoga dapat menjadi pedoman hidup bagi kita untuk senantiasa beriman kepada Allah SWT. (R10/HR-Online)