Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Forum Pemuda Peduli Pendidikan (FP3) Kota Banjar, Jawa Barat, menyayangkan terkait belasan pelajar diamankan polisi yang diduga akan melakukan perang sarung.
Ketua FP3 Kota Banjar, Dicky Agustaf mengatakan, ia turut merasa prihatin terhadap pelajar yang melakukan kegiatan tersebut.
“Kami sangat menyayangkan, terlebih sekarang bulan ramadan. Berarti penerapan pendidikan karakter yang digadang-gadang pemerintah di sekolah belum bisa dikatakan berhasil,” kata Dicky, Kamis (7/4/2022).
Lebih lanjut Dicky menambahkan, saat ini, pembelajaran di sekolah juga menerapkan pendidikan ramah anak. Pendidikan tersebut mengajarkan rasa aman, nyaman, dan saling menghargai.
“Apalagi kita juga menerapkan pendidikan ramah anak. Dimana dalam hal ini dipelajari bagaimana caranya setiap anak bisa menjaga satu sama lain, dan saling menghargai setiap individu,” paparnya.
Baca Juga: Diduga Hendak Perang Sarung, Belasan Pelajar di Kota Banjar Diamankan Polisi
Selain itu, sambungnya, jika hal tersebut masih saja terjadi, artinya para pelajar belum bisa memahami pendidikan ramah anak itu sendiri.
“Mereka belum bisa memahami serta memilah dan memilih akan suatu tindakan yang bisa mengakibatkan kerugian,” terang Dicky.
Oleh karena itu, Dicky berharap peran serta orang tua dalam pengawasan anak-anaknya di luar kegiatan sekolah sangat penting dan harus ditingkatkan.
“Saya kira pengawasan orang tua sangat penting, apalagi ini terjadi di luar sekolah,” ucapnya.
Dicky juga mengapresiasi pihak kepolisian yang telah mengamankan dan memberikan pembinaan para pelajar yang diduga akan melakukan perang sarung.
Seperti diberitakan HR Online, pelajar tersebut diamankan polisi karena diduga hendak perang sarung di sepanjang jalan Griliya, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, beberapa waktu lalu.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi mereka juga anak-anak yang lainnya agar tidak melakukan kegiatan seperti itu,” pungkasnya. (Sandi/R5/HR-Online/Editor-Adi)