Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Terkait dugaan adanya manipulasi data vaksinasi Covid-19 yang terjadi pada dua orang pelajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Jawa Barat, angkat bicara.
Dugaan manipulasi data vaksinasi tersebut berawal dari dua anak yang belum disuntik namun sudah terdata sebagai penerima vaksin Covid-19 dosis pertama.
Kepala Disdikbud Kota Banjar, H. Kaswad mengatakan, pihaknya baru mengetahui akan hal tersebut. Selain itu, dalam penginputan data pun, pihaknya sama sekali tidak mengetahui prosesnya seperti apa.
“Kaitan dengan adanya manipulasi data vaksinasi Covid-19 kami tidak mengetahui ada hal itu. Karena Disdikbud hanya mengkoordinasikan pelaksanaan vaksin dan menyiapkan anak dan ruang untuk kegiatan tersebut,” kata Kepala Disdikbud Kota Banjar, H. Kaswad, Rabu (6/4/2022).
Baca Juga: Belum Divaksin Covid-19, 2 Anak di Kota Banjar Terdata Sudah Menerima
Ia menjelaskan, tim vaksinator dan petugas yang melaksanakan kegiatan di sekolah biasanya dari Dinas Kesehatan atau petugas Puskesmas setempat.
“Adapun pelaksana vaksinnya itu dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, mulai dari petugas yang menginput data itu dilakukan petugas di lapangan. Jadi bukan dari kami yang melakukan input datanya,” jelas dia.
Kemudian lanjut Kaswad, adapun persyaratan yang wajib dibawa oleh setiap siswa untuk divaksin adalah Kartu Keluarga (KK).
“Syarat yang harus dibawa oleh siswa sebagaimana yang telah disampaikan kepada Kepala Sekolah pertama KK, kedua surat persetujuan dari orang tua yang telah tanda tangan,” terangnya.
Selanjutnya, untuk anak yang belum divaksin namun sudah terdata kemudian orang tuanya mengizinkan untuk disuntik, hal itu menjadi kewenangan Dinas Kesehatan.
“Untuk masalah itu dan mungkin nanti orang tua sudah mengizinkan anaknya divaksin, nanti tergantung bagaimana dari Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)