Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Tim dosen Universitas Galuh melaksanakan sosialisasi manajemen permainan tradisional bagi masyarakat dan guru pendidikan jasmani di Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.
Sosialisasi manajemen permainan tradisional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program pengabdian dosen Universitas Galuh kepada masyarakat.
Dosen yang terlibat langsung dalam program ini antaralain Sri Maryati, S.Pd,M.Pd, Dedeh, S.Pd.,M.Pd dan Dr. Dede Iman Suhendra, M.Pd.
Ketua tim pelaksana, Sri Maryati, kepada HarapanRakyat.com, menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan sosialisasi tersebut.
Menurut Sri, pihaknya ingin mengenalkan kembali kepada masyarakat dan guru pendidikan jasmani di Kecamatan Sindangkasih mengenai manajemen permainan tradisional.
Selain itu, kata Sri, juga memberi informasi akan pentingnya mengelola dan melestarikan permainan tradisional yang sarat akan manfaat.
Selanjutnya, menumbuhkan kembali minat dan rasa cinta, rasa bangga masyarakat dan guru pendidikan jasmani terhadap salah satu warisan budaya, yaitu permainan tradisional.
Sri berharap, kegiatan sosialisasi ini bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dan guru pendidikan jasmani terkait manajemen permainan tradisional.
Pasalnya, Sri mengungkapkan, dari hasil pre-observasi, pihaknya mendapati masyarakat dan guru pendidikan jasmani di Sindangkasih kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai permainan tradisional.
“Mulai dari macam-macam permainannya, aturan permainan, nilai-nilai dan karakteristik yang terdapat dalam permainan tradisional,” katanya.
Selain itu, juga faktor dari sarana-prasarana yang kurang mendukung juga menyebabkan bentuk-bentuk olahraga permainan tradisional sulit untuk diajarkan kepada peserta didik.
Eksistensi Permainan Tradisional Terancam
Senada dengan itu, Dedeh, anggota tim pengabdian, menuturkan, kondisi tersebut bisa mengancam eksistensi permainan tradisional sebagai warisan budaya.
Padahal, Dedeh menilai, sebagian permainan tradisional mempunyai kemiripan dengan olahraga pada umumnya, yakni memiliki aturan main.
“Permainan tradisional juga bisa memberi kesenangan, relaksasi, kegembiraan, dan tantangan,” tandasnya.
Sri dan Dedeh menambahkan, dari hasil pre-observasi tersebut, pihaknya pun akhirnya melaksanakan sosialisasi tentang manajemen permainan tradisional.
“Sasarannya adalah masyarakat dan guru pendidikan jasmani di Kecamatan Sindangkasih,” katanya.
Semoga saja, kata Sri dan Dedeh, melalui program pengabdian masyarakat tersebut, permainan tradisional akan tetap dan terus eksis sebagai warisan budaya. (Deni/R4/HR-Online)