Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Terkait masyarakat yang kebingungan karena tidak bisa mencairkan bantuan pangan non tunai (BPNT), Dinas Sosial (Dinsos) P3A Kota Banjar, Jawa Barat, ungkap penyebabnya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Banjar Suryamah, melalui Kabid Perlindungan dan Jamsos, Hani Supartini mengatakan, penyebab KPM tidak bisa dicairkan bantuan itu karena tidak masuk ke dalam data bayar.
“Kalau sekarang data itu setiap bulan bisa berubah, jadi tergantung, kalau di data bayarnya ada, ya masuk sebagai KPM BPNT,” kata Hani Supartini, di Kota Banjar, Rabu (20/4/2022).
Baca juga: KPM BPNT di Kota Banjar Kebingungan, Bantuannya Tidak Bisa Dicairkan
Ia menegaskan, baru atau lamanya warga sebagai KPM tidak akan berpengaruh dan tidak akan menerima bantuan jika tidak terdaftar di data bayar.
“Jadi sekarang mah perbulan, kalau misalkan namanya ada di data yang dari kantor pos atau Himbara, ya berarti menerima bantuan kalau nggak ada ya nggak dapet. Begitu juga bantuan program PKH,” terangnya.
Kemudian Hani mencontohkan, data penerima bantuan BPNT di Kantor Pos pada bulan Januari, Februari, dan Maret jumlahnya mencapai 17.747 orang penerima.
“Tapi yang kedua yang sama dengan BLT minyak goreng itu hanya 16.493 kalau nggak salah. Jadi sekarang mah nggak bisa diprediksi kedepannya dapat lagi atau nggak,” papar Hani.
Sementara itu, data bayar itu sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat, sehingga tidak ada campur tangan daerah dalam menentukan bantuan tersebut.
“Karena kita terima datanya langsung dari pusat jadi nggak ada campur tangan untuk mengalihkan data penerima bantuan, dari Kemensos juga tidak ada penjelasan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dede Supriatna, warga Lingkungan Cibulan, Kelurahan Banjar, Kota Banjar, kebingungan karena sudah lama menjadi KPM program BPNT tiba-tiba tidak bisa mencairkan bantuannya.
Selain itu Lian Marliyana, yang baru mendapat bantuan dari program BPNT hanya dua kali penyaluran. Sehingga mereka kebingungan karena bantuan itu sangat berharga. (Sandi/R8/HR Online/Editor Jujang)