Bintang tunggal Earendel menjadi kejutan tidak terduga lainnya dari Teleskop Luar Angkasa Hubble.
Menurut para ilmuwan, bintang ini berlokasi sangat jauh dari Galaksi Bima Sakti. Selain itu, Earendel juga berusia sangat tua.
Perkiraan terbentuknya bintang tunggal ini hanya sekitar satu miliar tahun setelah ledakan dahsyat Big Bang.
Baca Juga: Bintang Paling Redup yang Pernah Teridentifikasi, Ini 5 Daftarnya!
Temuan Bintang Tunggal Earendel
Sebuah studi astronomi baru menemukan sebuah bintang tunggal. Para ilmuwan memberikan julukan bintang ini sebagai Earendel.
Nama itu bukanlah tanpa alasan. Earendel berasal dari suku kata Inggris Kuno yang memiliki arti sebagai “bintang pagi” atau “cahaya yang terbit”.
Sedangkan secara teknis, Earendel memiliki nama WHL0137-LS. Ilmuwan menemukan bintang ini dengan bantuan Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA.
Mereka mendeteksi Earendel dengan bantuan gugus galaksi besar bernama QHL0137-08 yang berada di antara Bumi dan bintang. Tarikan gravitasi gugus galaksi yang besar dapat membelokkan struktur ruang dan waktu.
Hal itu akhirnya menghasilkan sebuah kaca pembesar alami yang sangat kuat. Alhasil, cahaya dari objek yang jauh di belakang galaksi, seperti Earendel dapat terlihat jelas.
NASA memperkirakan bahwa bintang tunggal ini memiliki massa 50 kali lebih besar dari Matahari. Selain itu, cahaya yang Earendel pancarkan juga jutaan kali lebih terang.
Baca Juga: Bintang Muda HD 166191 Dikelilingi Awan, Tertangkap Teleskop Spitzer
Merupakan Bintang Terjauh yang Pernah Diamati
Melansir dari Space, Kamis (31/3/2022), bintang Earendel yang baru saja terdeteksi oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA ini memiliki jarak yang sangat jauh dari Bumi.
Cahaya yang bintang keluarkan membutuhkan 12,9 miliar tahun untuk mencapai Bumi. Hingga saat ini, bintang tunggal terjuh terdeteksi oleh Hubble pada tahun 2018.
“Temuan ini memberi kesempatan kita untuk mempelajari secara rinci bintang di masa awal alam semesta” kata penulis utama studi, Brian Welch yang merupakan seorang astrofisikawan di Universitas Johns Hopkins di Baltimore.
Welch juga menekankan bahwa bintang tunggal Earendel bukanlah objek terjauh yang pernah ditemukan. Hubble pernah mengamati galaksi pada jarak yang lebih jauh.
Namun, Earendel tetap menjadi bintang tunggal terjauh yang terlihat dari Bumi.
Baca Juga: Potret Bintang Pertama James Webb Space Telescope, Ini Infonya
Berusia Sangat Tua
Hal menarik dari Earendel adalah perkiraan usianya yang sangat tua. Ilmuwan memperkirakan bahwa Earendel tercipta hanya satu miliar tahun setelah ledakan Big Bang.
Namun, Welch mengatakan bahwa meski termasuk bintang awal, kemungkinan Earendel tidak memiliki perkiraan usia tua. Hal itu melihat dari massanya yang sangat besar.
“Bintang yang lebih masif cenderung akan membakar bahan bakar mereka lebih cepat. Dengan demikian mereka akan lebih cepat meledak, atau runtuh ke dalam lubang hitam lebih cepat,” jelas Welch.
Hingga saat ini masih banyak informasi mengenai Earendel yang masih belum terkuak, mulai dari massa, kecerahan, suhu, dan jenisnya.
Rencananya, pengamatan lanjutan bintang tunggal Earendel akan memakai Teleskop Luar Angkasa James Webb untuk mengetahui lebih lanjut bintang tua tersebut. (R10/HR-Online)