Aplikasi Safe Exam Browser merupakan aplikasi kembangan Kemendikbudristek melalui Pusat Asesmen dan Pembelajaran. Bermanfaat untuk peserta didik dalam mengerjakan soal-soal ujian atau asesmen Nasional.
Di sisi lain berfungsi untuk memperlancar dan mengamankan proses ujian dan mendukung berbagai LMS baik OpenOLAT dan Moodle.
Fitur ini merupakan aplikasi Android yang mampu mengurangi kecurangan siswa. Dengan aplikasi ini maka siswa tidak dapat mengakses aplikasi lainnya maupun tidak dapat melakukan screenshot saat ujian.
Bagaimana tidak, siswa harus keluar terlebih dahulu dari exam browser apabila ingin membuka aplikasi lainnya. Tentu siswa akan kesulitan.
Baca Juga: Aplikasi Ujian Online Terbaik yang Memudahkan Para Siswa dan Guru
Penggunaan Aplikasi Safe Exam Browser di Android
Pada dasarnya penggunaan Safe Exam Browser hanya saat ujian maupun kuis. Sehingga peserta wajib menginstalnya dan menggunakan aplikasi tersebut.
Cara menggunakannya adalah dengan mengatur lingkungan ujian sehingga peserta dapat mengakses aplikasi, soal ujian, dan sumber tertentu yang diijinkan saja.
Safe Exam Browser memiliki kelebihan berupa tampilan yang bagus serta mudah dipahami. Sehingga pengguna tidak perlu khawatir mengalami kesulitan saat pertama kali menggunakannya.
Dengan fitur ini user tidak dapat meminimize aplikasi. Selain itu, user tidak dapat mengakses halaman ujian melalui url maupun IP. Jika user nekat meminimize aplikasi maka risikonya adalah memulai dari awal kembali.
Baca Juga: Aplikasi E Avis Permudah Ujian Teori Pembuatan SIM Secara Daring
Cara Menggunakan Safe Exam Browser
Untuk menggunakan Aplikasi Safe Exam Browser Android dapat secara mudah asal mengikuti panduan dengan benar. Pertama adalah mendaftarkan akun secara gratis.
Kemudian mengunduh aplikasi melalui tombol yang ada di panduan. Kini, siapa saja dapat mengunduhnya melalui Play Store. Tersedia banyak sekali aplikasi exam browser yang bisa membantu dalam menanggulangi kecurangan.
Dari pihak sekolah sendiri dapat mengaktifkan fitur exam browser dengan akun sekolah dan siswa hanya dapat login melalui aplikasi Android Safe Exam Browser saja.
Pihak sekolah dapat mengaktifkan dan menonaktifkan ketika ujian. Terpenting adalah memastikan pendownloadan aplikasi.
Saat ujian dapat menjalankan Zoom dan terhubung dengan kelas masing-masing. Lalu membuka file konfigurasi yang diberikan dengan memasukkan password.
Aplikasi ini menjadi satu-satunya perangkat yang hanya klien gunakan untuk membantu mengakses ujian berbasis online.
Safe Exam Browser membantu dalam mengakses web dan menampilkannya dalam layar penuh. Sekaligus terkunci, sehingga siswa tidak dapat mencari jawaban melalui situs lainnya.
Baca Juga: Aplikasi Job Fair Berbasis Android, Solusi Tekan Angka Pengangguran!
Tenaga pengajar dapat membagikan file konfigurasi untuk para peserta didik yang sudah tertaut dengan Google Meet atau Zoom. Selain itu peserta didik harus menjalankan file konfigurasi bersamaan dengan Safe Exam Browser.
Menariknya, aplikasi ini tidak banyak alternatifnya. Alternatif tersebut adalah Google Chrome. Meski penyimpanan sandi dan pencatatan riwayat penjelajahan Google Chrome kurang aman. Namun pemuatannya lebih cepat dan terintegrasi dengan Zoom, membuatnya bersaing dengan Aplikasi Safe Exam Browser. (R10/HR-Online)