Teori Bronsted Lowry dalam kimia berisi definisi atas larutan asam basa. Keberadaan teori ini sedikit banyak memberi manfaat bagi ilmu pengetahuan.
Hal itu karena larutan asam basa seringkali digunakan dalam kehidupan. Bahkan, obat-obatan menggunakan hukum asam basa dalam kimia.
Baca Juga: Indikator Alami Asam Basa, Menggunakan Ekstrak Tumbuh-Tumbuhan
Mengenal Teori Bronsted Lowry Asam Basa Kimia
Zaman dulu, ada banyak sekali ahli yang berupaya mengupas ilmu pengetahuan di dunia. Pada tahun 1923, dua orang ahli kimia mengemukakan hasil pemikirannya.
Orang tersebut bernama Nicolaus Bronsted serta Thomas Martin Lowry kembangkan definisi dari asam dan basa.
Mereka meneliti berdasar kemampuan senyawa dalam menyumbangkan (donor) ataupun menerima (akseptor) ion H+ (proton).
Pernahkah kamu mengalami sakit perut yang biasanya berupa asam lambung? Saat itu terjadi, maka artinya asam di dalam lambung sangat tinggi.
Untuk mengatasinya kamu perlu mengonsumsi obat yang mengandung sifat basa. Tujuannya tentu saja untuk menetralkan kadar asam yang berlebih di dalam lambung tadi.
Pemahaman konsep obat-obatan tersebut salah satunya berasal dari teori yang Bronsted dan Lowry cetuskan.
Bronsted dan Lowry berisi penjelasan bahwa zat yang miliki kecenderungan untuk menyumbang ion H+ di zat lain ialah asam.
Sedangkan kebalikan asam, basa adalah zat yang miliki kecenderungan untuk terima ion H+ pada zat lain. Dengan kata lain, asam dan basa adalah dua sifat yang saling bertentangan.
Baca Juga: Titrasi Asam Basa, Pengertian, Cara Kerja dan Kegunaannya
Contoh Teori Bronsted dan Lowry
Teori milik Bronsted dan Lowry dapat kita gunakan saat menjelaskan sifat dari asam basa menggunakan banyak pelarut, tidak hanya air (H2O). Jadi, kita dapat menuliskan:
- Basa = penerima H+
- Asam = donor dari H+
Kemudian reaksi kimia yang seringkali menjadi contoh berdasarkan dari teori milik asam basa kimia ini, seperti asam klorida (HCL) dan air (H2O) seperti berikut:
HCL + H2O = H3O+ + Cl-
Penjelasan:
- HCL memiliki sifat asam pada teori Bronsted Lowry karena ia dapat mendonorkan ion H+ kepada H2O.
- Karena dapat menerima donor H+, maka H2O memiliki sifat basa.
- H30+ memiliki sifat asam konjugasi karena bisa memberikan kembali ion H+ miliknya.
- CL- bersifat basa konjugasi karena dapat menerima ion H+ lainnya.
adi, Asam + Basa menjadi Basa Konjugasi + Asam Konjugasi.
CL- menjadi basa konjugasi dari senyawa HCL karena dapat menerima donor H+ dengan reaksi kimia H+ +Cl-.
Baca Juga: Pengertian Isotop dan Contohnya di Kimia, Ketahui Keseimbangannya!
Sedangkan reaksi kimia dari H3O+ atau asam konjugasi menjadi H2O + H+. Senyawa H2O atau air sendiri dapat berperan sebagai basa maupun asam sehingga seringkali disebut bersifat amfoterik.
Dalam teori Bronsted Lowry, asam konjugasi merupakan ion yang senyawa peroleh ketika basa menerima proton (H+). Sedangkan basa konjugasi merupakan ion yang diperoleh setelah asam kehilangan atau mendonor protonnya (H+). Kedua reaksi juga fleksibel, artinya bisa terjadi berkebalikan. (R10/HR-Online)