Teori asam basa Lewis pada kimia dicetuskan oleh seorang ilmuwan asal Amerika. Ilmuwan tersebut bernama G.N. Lewis yang mengartikan bahwa asam sebagai suatu zat yang dapat menerima sepasang elektron dan basa adalah kebalikannya.
Menariknya, teori yang Lewis sampaikan ini tidak bertentangan sama sekali dari teori sebelumnya.
Baca Juga: Indikator Alami Asam Basa, Menggunakan Ekstrak Tumbuh-Tumbuhan
Pengertian Teori Asam Basa Lewis
Asam basa merupakan dua hal yang memiliki perbedaan sifat. Asam dapat kita temukan di rasa asam seperti cuka dapur, jeruk, maupun vitamin C.
Sedangkan basa memiliki rasa pahit dan licin jika tersentuh. Salah satu basa yang bisa kita temukan sehari-hari ada di kapur sirih.
Untuk menentukan derajat keasaman kita menggunakan Potential Hydrogen atau pH. Tujuannya adalah untuk menyatakan tingkat keasaman dan kebasaan yang suatu larutan miliki. Suatu larutan dapat dikatakan asam jika memiliki pH di atas 7 dan basa jika pH di bawah 7.
Pada tahun 1943, seorang ahli kimia bernama Gilbert Newton Lewis berhasil mengemukakan teori asam basa miliknya. Teori milik Lewis ini melanjutnya teori milik Lowry sebelumnya.
Baca Juga: Teori Bronsted Lowry Asam Basa Kimia, Ini Dia Contohnya!
Teori asam basa milik Bronsted Lowry hanya terbatas pada reaksi yang melibatkan proton. Padahal, masih banyak reaksi yang memiliki sifat asam basa.
Menurut teori Lewis, asam basa bukan hanya mengenai pelepasan ion H+ atau OH- dan transfer proton (ion H+) saja, melainkan juga berupa senyawa yang reaksinya melibatkan pasangan elektron.
Dalam teorinya Lewis menyebutkan bahwa basa adalah zat yang dapat memberikan sepasang elektron. Kebalikannya, asam merupakan zat yang dapat memberikan elektron.
Lewis juga menjelaskan bahwa setiap zat yang memiliki sifat basa Bronsted Lowry adalah yang bertindak sebagai penerima H+. Dengan begitu, secara langsung zat tersebut juga akan memiliki sifat basa Lewis.
Sebenarnya ketika zat menerima H+, maka ia harus menyalurkan elektron tersebut ke ion H+ agar dapat diikat secara kovalen koordinasi.
Baca Juga: Titrasi Asam Basa, Pengertian, Cara Kerja dan Kegunaannya
Kelebihan Teori Milik Lewis
Meski ada beberapa teori mengenai asam basa lain, namun milik Lewis memiliki kelebihannya tersendiri. Berikut ini kelebihan teori Lewis.
- Pada teori asam basanya, Lewis mampu memberikan penjelasan mengenai sifat asam molekul atau ion yang memiliki pasangan elektron bebas atau dapat menerima pasangan elektron bebas tersebut. Contohnya yang terjadi pada pembentukan senyawa komplek.
- Melalui teorinya, Lewis dapat menjelaskan sifat basa dari zat organik lain seperti DNA dan RNA yang mengandung atom nitrogen. Atom tersebut memiliki pasangan elektron bebas juga.
- Memiliki persamaan dengan teori milik Bronsted dan Lowry. Keduanya dapat menjelaskan sifat asam dan basa dalam pelarut lain maupun yang tidak memiliki pelarut.
Lebih lanjut, teori asam basa Lewis juga mampu memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai ikatan kovalen. Lebih lanjut, teori ini mampu memperluas konsep asam basa yang sudah ada sebelumnya. (R10/HR-Online)