Siklus hidup Sporozoa merupakan kelompok Protozoa yang membentuk Spora. Semua anggota dari Sporozoa akan hidup sebagai parasit. Mereka hidup di dalam tubuh organisme lain dan tidak memiliki alat gerak apapun. Pada dasarnya, kelompok ini masuk ke dalam protista uniseluler.
Baca Juga: Cara Hidup Protozoa Sangat Unik, Bagaimana Ciri-Cirinya?
Siklus Hidup Sporozoa dan Pengertiannya
Sporozoa adalah salah satu kelompok makhluk hidup Protozoa. Nama Sporozoa berasal dari bahasa Yunani, yaitu Spora yang memiliki arti biji dan zoa yang artinya hewan.
Jadi, arti Sporozoa sendiri merupakan kelompok dari protista uniseluler atau bersel satu yang memiliki perubahan ke bentuk spora dalam siklus hidupnya. Siklus hidup dari Sporozoa sendiri cukup rumit karena ia bergantung pada satu inang.
Ia akan membentuk spora di dalam tubuh organisme tertentu. Selain itu, pada masa hidup Sporozoa akan terjadi sporulasi, yakni pembelahan setiap inti sel secara berulang-ulang.
Proses tersebut nantinya akan menghasilkan banyak inti yang masing-masing dikelilingi sitoplasma dan mulai terbentuk individu baru. Sporozoa melakukan pergerakan dengan mengubah kedudukan tubuhnya.
Baca Juga: Tahapan Evolusi Biologi Suatu Organisme, Apa Saja Faktor-Faktornya?
Tubuh akan berbentuk bulat, lonjong, dan umumnya bersifat parasit sehingga menimbulkan penyakit pada hewan maupun manusia. Sporozoa dalam siklus hidupnya memperoleh makanan dengan cara menyerap zat dari hospesnya.
Morfologi dari Sporozoa
Berikut ini morfologi dari Sporozoa:
- Sporozoa tidak memiliki alat gerak yang khusus. Mereka melakukan gerakan dengan mengubah kedudukan tubuhnya di dalam inang.
- Memiliki spora yang berbentuk lonjong.
- Sporozoa memiliki dua kapsul polar pada anterior, memiliki ukuran sama, berpasangan bentuk labu, dan terletak di sudut sumbu longitudinal dengan ujung posterior.
- Dinding kutub tidak terlihat jelas.
- Depan ujung anterior sama dengan lebar posterior.
Selain itu, proses respirasi dan ekskresi pada siklus hidup Sporozoa adalah dengan melakukan difusi. Ukuran tubuh dari Sporozoa juga hanya dapat mencapai 10 mm.
Sporozoa akan berkembang biak secara aseksual dengan cara vegetatif. Sporozoa yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui nyamuk atau lainnya akan berada di sistem retikuloendotelial yang menyerang eritrosit dan menjadi trofozoit.
Trofozoit memiliki bentuk seperti cincin dan menjadi schizont. Kemudian membelah diri berulang-ulang menjadi 6-36 merozoit. Nantinya, merozoit akan tumbuh menjadi Sporozoit baru.
Sedangkan reproduksi secara seksual terjadi saat adanya perkawinan antara mikrogamet dan makrogamet. Perkawinan tentunya akan menghasilkan zigot dan terus bertumbuh menjadi Sporozoit baru.
Baca Juga: Peranan Protozoa yang Menguntungkan dan Merugikan, Simak Di Sini!
Contoh Sporozoa
Salah satu contoh Sporozoa adalah Plasmodium. Vektor dari Sporozoa ini adalah nyamuk Anopheles betina.
Beberapa contoh spesies dari Sporozoa Plasmodium yaitu Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, dan Toxoplasma gondi.
Plasmodium akan menyebabkan penyakit malaria di dalam tubuh manusia. Sporozoa ini akan hidup sebagai parasit di dalam sel darah merah manusia maupun vertebrata lainnya.
Selama hidupnya, Sporozoa Plasmodium akan mengalami dua fase. Kedua fase tersebut bernama sporogoni dan skizogoni.
Fase sporogoni adalah siklus hidup Sporozoa di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina. Sedangkan fase skizogoni terjadi di dalam tubuh manusia. (R10/HR-Online)