Perbedaan mikrosporogenesis dan megasporogenesis perlu dipahami sebab menjadi reproduksi seksual pada tumbuhan. Keduanya sama-sama termasuk ke dalam proses gametogenesis atau tahap menghasilkan gamet. Gamet sendiri merupakan sel yang berguna untuk reproduksi seksual pada tumbuhan.
Baca Juga: Contoh Persilangan Dihibrid Dalam Hukum Mendel II, Apa Pengertiannya?
Perbedaan Mikrosporogenesis dan Megasporogenesis serta Perkembangbiakan Tumbuhan
Setiap makhluk hidup pasti berkembang biak. Fungsi dari berkembang biak adalah untuk mempertahankan spesies mereka.
Proses reproduksi pada manusia atau hewan mungkin sudah sering dibahas. Namun, pernahkah terlintas di benakmu, bagaimana tumbuhan berkembang biak?
Tumbuhan pada dasarnya dapat berkembang biak secara seksual juga. Untuk melalui proses itu, maka tumbuhan harus membentuk gamet.
Proses pembentukan gamet tersebut bernama gametogenesis. Untuk gamet jantan bernama mikrosporogenesis.
Baca Juga: Contoh Persilangan Monohibrid dalam Kasus Dominan dan Intermediet
Sedangkan pada gamet betina, itu adalah megasporogenesis. Berikut ini kita akan membahas mengenai perbedaan keduanya.
Definisi
Perbedaan pertama dari mikrosporogenesis dan megasporogenesis adalah pada definisinya. Mikrosporogenesis memiliki definisi sebagai proses berkembangnya sporangium menjadi sel kelamin jantan. Sel kelamin tersebut bernama mikrospora atau serbuk sari.
Sedangkan di sisi lain ada megasporogenesis yang merupakan proses berkembangnya sporangium menjadi sel kelamin betina. Lantas memiliki nama megaspora atau kantung embrio.
Kantung embrio atau bakal biji merupakan sel telur yang ada di bunga atau tumbuhan angiospermae.
Jumlah Gamet
Terdapat juga perbedaan jumlah antara dua gametogenesis tersebut. Gamet jantan atau mikrospora yang proses mikrosporogenesis hasilkan akan lebih banyak. Megasporogenesis di sisi lain hanya bisa menghasilkan satu megaspora atau gamet betina.
Ukuran Gamet
Perbedaan mikrosporogenesis dan megasporogenesis selanjutnya terletak di ukuran mereka. Mikrospora hasil dari mikrosporogenesis biasanya berukuran kecil.
Sedangkan megaspora yang megasporogenesis hasilkan biasanya memiliki yang lebih besar. Pada bunga, akan terlihat bahwa serbuk sari berbentuk kecil dan banyak, namun hanya akan ada satu biji yang ukurannya besar.
Hasil Gamet
Mikrosporogenesis akan menghasilkan empat sel anak haploid yang semuanya menjadi sel kelamin jantan atau sama dengan serbuk sari.
Baca Juga: Perbedaan Mitosis dan Meiosis pada Proses Pembelahan Sel
Sebenarnya, sel megaspora haploid yang merupakan hasil dari megasporogenesis juga berjumlah empat. Namun pada akhirnya hanya akan ada satu yang bertahan, sedangkan tiga lainnya mati.
Jumlah Fase yang Berbeda
Pembentukan game jantan pada angiospermae hanya akan melalui satu fase saja, yaitu mikrosporogenesis.
Sedangkan pada pembentukan gamet betina terdapat dua fase, yaitu megasporogenesis dan selanjutnya megagametogenesis. Fase megagametogenesis terjadi setelah sel kelamin jantan atau mikrospora membuahi sel telur.
Megasporogenesis akan menghasilkan satu sel megaspora yang hidup dan langsung memasuki fase megagametogenesis. Sel tersebut akan kembali dibelah secara mitosis.
Satu megaspora membelah menjadi tujuh sel gametofit betina. Dua dari sel bergabung untuk membentuk sel sentral yang bersifat diploid.
Kemudian tiga sel lainnya menjadi sel antipoda dengan dua sel sisa sebagai sinergid. Bagian ini berfungsi untuk membantu pembuahan.
Satu sel terakhir yang tersisa akan menjadi sel telur untuk bereproduksi. Pada ujung bakal buah terdapat lubang kecil dari mikrofil yang berguna untuk jalan masuknya serbuk sari agar pembuahan terjadi.
Pahami perbedaan mikrosporogenesis dan megasporogenesis dalam sistem reproduksi seksual tumbuhan di atas. (R10/HR-Online)