Pengertian intermediet dalam pewarisan sifat mendapat pengaruh dari gen dominan yang jauh. Dengan kata lain, intermediet membuat keturunan membawa dua sifat induknya. Tidak ada induk dominan maupun resesif dan intermediet.
Baca Juga: Cara Hidup Protozoa Sangat Unik, Bagaimana Ciri-Cirinya?
Pengertian Intermediet dalam Pewarisan Sifat
Setiap makhluk hidup akan mendapat pewarisan sifat. Sifat yang mereka dapatkan tentu berasal dari induknya.
Pewarisan tersebut akhirnya menyebabkan kesamaan karakteristik keturunan dengan induknya. Sebagai contoh, manusia yang memiliki bentuk wajah, hidung, bibir, bahkan penyakit yang sama dengan orang tuanya.
Semua makhluk hidup mengalami pewarisan sifat ini. Pada dasarnya, pewarisan sifat atau terkenal dengan nama hereditas terjadi pada induk dan keturunannya saja.
Penurunan tersebut juga sangat tergantung dengan sifat orang tua yang sudah memiliki kode dalam materi genetik. Materi genetik sendiri adalah substansi inti sel yang berguna untuk mengontrol aktivitas tubuh.
Materi ini memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan proses pewarisan sifat.
Dalam pewarisan sifat, terdapat istilah intermediet. Sifat ini adalah gen yang tidak dominan maupun resesif.
Baca Juga: Tahapan Evolusi Biologi Suatu Organisme, Apa Saja Faktor-Faktornya?
Artinya, sifat intermediet terjadi ketika kedua pewaris sama-sama kuat. Kedua pewaris sifat tidak ada yang menutup maupun tertutupi. Kebalikannya, induk akan saling menutupi karena sama kuatnya.
Keturunan yang memiliki sifat intermediet akan membawa kombinasi sifat kedua induknya dengan sama.
Contoh Persilangan Intermediet
Menurut pengertian intermediet dalam pewarisan sifat adalah hasil kombinasi kedua induk yang tidak ada dominan maupun resesif. salah satu contoh persilangan intermediet adalah gen diabetes.
D = gen diabetes (dominan)
d = gen sehat (resesif)
Keduanya akan menghasilkan gen persilangan yang menunjukkan:
- Diabetes (DD) X Pembawa Diabetes (Dd)
- D X D dan d
- 2 DD dan 2 Dd
Genotipe F = DD (diabetes) dan Dd (pembawa diabetes) yang bersifat intermediet.
Contoh lainnya ketika gen tinggi dan gen pendek akan menghasilkan diagram persilangan:
- Tinggi (TT) X Sedang (Tt)
- T X T dan t
- 2 TT dan 2 Tt
Genotipe F = TT (tinggi) dan Tt (sedang) memiliki sifat intermediet.
Baca Juga : Ciri Kingdom Fungi Dari Cara Reproduksi Hingga Perannya di Kehidupan
Gen dalam Pewarisan Sifat
Dalam pewarisan sifat, terdapat unsur penting bernama gen. Gen adalah sebuah bentuk terkecil materi genetik yang berada di setiap lokus khas kromosom.
Komponen gen terdiri dari sepenggal DNA. Peran gen pada dasarnya adalah mengontrol sifat yang akan induk turunkan untuk individu baru.
Fungsi gen untuk keturunan antara lain menyampaikan informasi genetik induk dan menjadi zarah, sebuah zat paling kecil yang tidak dapat terbagi pada kromosom.
Gen juga berfungsi untuk mengatur perkembangan dan proses metabolisme pada makhluk hidup. Sehingga gen sangat berpengaruh dalam proses penurunan sifat induk kepada keturunannya.
Tidak ada salahnya memahami pengertian intermediet dalam pewarisan sifat karena merupakan materi yang cukup penting dalam biologi. (R10/HR-Online)