Pengertian fase terdispersi termasuk ke dalam sistem koloid. Di dalam kimia, koloid merupakan salah satu dari jenis campuran.
Contoh paling mudah pencampuran koloid di dalam kehidupan adalah mayones yang berupa telur dan minyak. Di dalam campuran koloid terdapat dua fase, salah satunya adalah terdispersi.
Baca Juga: Pengertian Koloid Liofil Beserta Contohnya, Pahami Lebih Jauh!
Kenali Pengertian Fase Terdispersi dalam Kimia
Kimia merupakan cabang ilmu yang cukup menarik. Ilmu ini mempelajari banyak sekali zat dan interaksinya.
Koloid merupakan salah satu materi yang ada di dalam kimia bab percampuran. Arti dari koloid sendiri merupakan jenis campuran heterogennya yang terbentuk karena ada dispersi dari suatu zat masuk dalam zat lain. Untuk itulah, di dalam koloid ada fase terdispersi serta medium pendispersi.
Fase terdispersinya merupakan zat yang alami penyebaran secara merata di dalam zat lainnya. Sedangkan medium pendispersi adalah zat yang menjadi penyebab persebaran secara merata terjadi. Berdasarkan fase terdispersi, koloid terbagi menjadi delapan jenis.
Sol Padat
Maksud dari sol padat adalah fase terdispersi terjadi secara padat. Sol dapat terbentuk akibat pengaruh dari tekanan dan suhu.
Hal itu akhirnya menghasilkan padatan yang keras dan kokoh. Contohnya adalah batuan ruby atau permata.
Baca Juga: Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi, Simak Selengkapnya
Sol
Pada jenis kedua ini, fase terdispersi padat terjadi dalam medium pendispersi cair yang sifatnya tidak mudah berubah.
Contoh jenis pengertian fase terdispersi ini adalah cat tembok yang terdiri dari segala jenis padatan namun mengalami penyebaran dalam medium cair.
Aerosol Padat
Jenis fase terdispersi dalam aerosol padat ini terjadi di dalam medium pendispersi gas. Contoh paling mudahnya adalah asap kendaraan.
Asap kendaraan memiliki kandungan berupa timbal, karbon, dan sebagainya yang merupakan hasil pembakaran tidak sempurna. Itulah kenapa kamu pasti merasa tidak nyaman saat menghirup asap kendaraan.
Aerosol
Memiliki nama yang hampir sama, namun aerosol ini memiliki fase terdispersinya berupa cairan di dalam medium pendispersi yang berwujud gas. Perbedaannya hanya pada fase terdispersinya saja. Contoh dari aerosol adalah parfum.
Buih Padat
Fase terdispersi buih pada berupa gas dengan medium pendispersinya padatan. Contoh dari buih padat adalah sebuah pons.
Emulsi
Jika emulsi padat medium pendispersinya berupa padat, maka di emulsi keduanya sama-sama berupa cairan.
Emulsi biasanya tersusun oleh cairan dengan kepolaran senyawa berbeda yang membuatnya tidak saling bercampur. Contoh emulsi adalah susu.
Baca Juga: Contoh Campuran Homogen Ilmu Kimia dalam Kehidupan Sehari-Hari
Emulsi Padat
Fase terdispersi padat ini berupa cairan dengan medium pendispersi padat. Contoh dari emulsi padat adalah agar-agar.
Agar-agar terbuat dari air yang kemudian dicampur dengan bubuk agar. Pada saat bubuk terkena panas di dalam air, maka serat agar-agar akan bergerak bebas dan saling memadat saat pendinginan.
Buih
Buih memiliki fase terdispersinya berupa gas dengan pendispersinya yang cair. Contoh dari pengertian fase terdispersi terakhir ini berupa buih sabun. (R10/HR-Online)