Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Belakangan ini sosok Pak Ribut guru SD Lumajang, Jawa Timur, ramai diperbincangkan di media sosial karena videonya tentang kaum sodom, viral di Tiktok.
Guru yang bernama lengkap Ribut Santoso ini viral setelah ia mengunggah sebuah video di akun Tiktok miliknya @r_dancemanagement.
Dalam video tersebut, terlihat Pak Ribut menjelaskan tentang kaum Sodom kepada anak didiknya.
Saat itu, ia sedang mengajar mata pelajaran agama Islam, menggantikan guru agama yang sedang cuti.
Sebelum ia mengambil video, tiba-tiba ada siswanya yang bertanya mengenai kaum Sodom. Sebagai guru, otomatis ia menjelaskan.
Karena siswanya masih sangat polos, maka ia menjelaskan secara detail seperti apa kaum Sodom dengan bahasa yang mudah mereka pahami.
Menurut Pak Ribut, materi kaum Sodom masuk dalam kurikulum kelas 2 SD. Materi itu juga ada dalam soal penilaian tengah semester (PTS) Agama Islam.
“Materi tentang kaum Sodom memang ada di kurikulum kelas 2. Itu juga ada dalam soal PTS Agama Islam,” ucapnya.
Pak Ribut mengaku tak ada maksud lain soal penjelasan seks kepada siswanya. Karena ia tidak ingin siswanya berbuat hal yang negatif.
Ia hanya sebatas memberikan penjelasan tentang soal ujian PTS yang ditanyakan oleh siswa.
Baca juga: Nelayan Terseret Arus Sungai Deras di Sumenep, Begini Kronologinya!
Pak Ribut Dipanggil Disdik Lumajang Karena Bahas Sodom di Depan Murid
Masyarakat sempat melaporkan Pak Ribut ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lumajang.
Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Agus pun sempat memanggil guru SD itu untuk dimintai keterangan.
Setelah itu, Kepala Dinas Pendidikan menyatakan jika Ribut Santosa tidak bersalah, lantaran yang bersangkutan memang mengajarkan pelajaran sesuai materi ujian agama Islam.
Kata Agus, Nabi Luth memang punya kaum yang namanya kaum Sodom, jadi menurutnya, Pak Ribut sudah benar mengajari materi itu.
Pak Ribut diketahui sudah 19 tahun menekuni profesinya sebagai guru honorer. Ia mengajar di SDN Pagowan 01, Pasrujambe, Lumajang.
Ia menjadi tenaga pengajar di sekolah itu sejak 15 tahun silam. Selama itu pula status Pak Ribut hanya sebagai guru tidak tetap (GTT).
Namun Pak Ribut tetap ikhlas menekuninya karena mengajar adalah passion-nya.
Motivasi Pak Ribut Unggah Video di Medsos
Ribut Santosa aktif di media sosial sejak beberapa bulan yang lalu. Ia mengunggah konten video di kanal YouTube sejak 7 bulan lalu.
Sedangkan di TikTok, guru SD Lumajang ini aktif mengunggah beragam konten video sejak 5 bulan yang lalu.
Pak Ribut mengaku hanya menjadikan medsos sebagai sarana mempromosikan usaha sampingannya yang sepi sejak pandemi COVID-19, yakni jasa sewa kostum.
Karena tak banyak kegiatan selain mengajar, ia lantas iseng-iseng mengunggah video bersama siswanya ke media sosial hingga viral.
Hal itu diakuinya menjadi motivasi. Seandainya dari video yang ia unggah itu mendadak viral, maka bisa untuk tambah-tambah rezeki.
“Karena menjadi guru honorer itu gajinya sangat minim,” ujar Pak Ribut.
Cara Mengajar Pak Ribut Diapresiasi KPAI
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi konten video Pak Ribut yang belakangan viral lewat sejumlah platform media sosial, lantaran membahas kaum sodom.
KPAI menilai guru honorer SD yang bernama lengkap Ribut Santosa itu menyampaikan pengajaran lewat cara yang bagus.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (26/3/2022), menyampaikan apresiasinya terhadap Pak Ribut.
Menurutnya, Pak Ribut memiliki pendekatan pembelajaran yang bagus. Dekat dengan anak-anak. Juga sabar melayani pertanyaan dari muridnya.
Sementara itu, terkait video Pak Ribut yang membahas soal kaum sodom, banyak masyarakat yang kontra. Mereka berpendapat, anak anak belum waktunya mendapatkan pembelajaran seperti itu. (R8/HR Online/Editor Jujang)