Kuku penyintas Covid-19 yang bisa menyala di bawah cahaya ultraviolet belum lama ini viral setelah unggahan video beredar di media sosial. Sementara itu, si pengunggah video menyebutkan bahwa kuku yang bersinar tersebut karena mengkonsumsi obat favipiravir selama proses pemulihan Covid-19.
Dalam dunia medis, peristiwa seperti itu disebut juga sebagai fluoresensi. Pada unggahan konten itu juga terlihat kuku yang menyala berwarna biru saat terpapar cahaya sinar UV.
Baca Juga : Kolam Ikan Lele yang Berubah Jadi Sarang Ular, Viral di Media Sosial!
Kuku Penyintas Covid-19 yang Viral di Media Sosial
Pada sebuah unggahan konten yang viral di media sosial itu, bahwa kuku menyala berwarna biru saat terkena cahaya UV karena mengkonsumsi favipiravir. Namun kabar lain menyebutkan bahwa informasi itu salah.
Pasalnya seorang juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI yakni Dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks alias berita bohong.
Sebab, menurutnya bahwa informasi itu tidak ada dasar ilmiahnya dan juga merupakan informasi yang menyesatkan. Bahkan Dr. Dirga Rambe sekaligus seorang dokter penyakit dalam dan vaksinasi juga menyatakan bahwa informasi itu hoaks.
Baca Juga : Hujan Uang di Pekalongan Sempat Heboh, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya!
Menurut Dr. Anton Sony Wibowo
Terkait kuku penyintas Covid-19 yang menyala biru hingga viral itu adalah berita bohong. Sehingga membuat seorang spesialis THT-KL RSA UGM yakni dr Anton Sony Wibowo meminta kepada masyarakat supaya tidak langsung percaya.
Baik itu dengan postingan atau pesan yang beredar luas mengenai flouresensi dari rambut hingga kuku manusia karena konsumsi favipiravir. Pasalnya, ia mengimbau kepada masyarakat agar mencari serta memastikan informasi dari sumber yang kredibel dan resmi.
Pasalnya dr. Anton menyebutkan bahwa secara klinis belum pernah ada fenomena terpancarnya cahaya oleh zat yang menyerap sinar lain. Baik itu dari kuku manusia akibat dari mengkonsumsi obat favipiravir itu.
Berita Bohong
Saat mengkonsumsi favipiravir ternyata tidak akan ada efek samping kuku penyintas Covid-19 yang bisa menyala berwarna biru. Ternyata ada juga beberapa usulan terkait efek mengonsumsi obat tersebut yang bisa membuat kuku jadi menyala.
Pasalnya, pemancaran radiasi cahaya oleh materi atau fluoresensi setelah teroksidasi oleh berkas cahaya yang berenergi tinggi. Terlihat pada kuku karena menggunakan obat favipiravir.
Meski demikian masih ada misteri lain tentang zat fluoresen termasuk metabolit obat seperti oksida besi kuning dalam tablet.
Baca Juga : Pernikahan Beda Agama di Semarang Viral, Pengantin Wanita Pakai Hijab
Sementara itu diperlukan penelitian lebih lanjut lagi mengenai kasus seperti ini dengan menggunakan metode yang lebih baik lagi.
Tidak hanya itu saja, perlu juga meta analisis guna mengetahui level of evidence dari laporan kasus itu.
Sehingga informasi bahwa kuku penyintas Covid-19 yang bisa menyala biru di bawah cahaya ultraviolet akibat obat favipiravir adalah hoaks. Sebab fenomena kuku menyala seperti ini belum terbukti nyata. (R10/HR-Online)