Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Mayoritas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sembako tunai (BST) di Pangandaran, Jabar, ternyata lebih memilih membelanjakan uangnya ke grosir dan pasar tradisional.
Mereka memilih belanja ke grosir karena harganya yang lebih murah, ketimbang ke E-Warong.
Kepala Bidang Sosial Dinsos PMD Pangandaran Dewi Sundari membenarkan hal itu, Selasa (1/3/2022).
“Alasan KPM BST belanja ke grosir karena bisa bebas memilih belanjaan yang mereka butuhkan,” ujar Dewi.
Baca juga: Penerima BST di Pangandaran Boleh Belanja Sembako Dimana Saja
Yang jelas, ia berpesan kepada penerima BST agar membelikan uang tersebut untuk barang yang sudah ditentukan. Jangan lupa juga meminta nota pembelian, beserta dengan stempelnya.
“Barang yang harus dibeli itu harus memenuhi unsur karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral,” katanya.
Pihaknya tidak pernah mengarahkan KPM BST, untuk berbelanja ke salah satu warung.
Adapun jumlah KPM BST dari 10 Kecamatan di Pangandaran sebanyak 15.104 KPM, tersebar di 93 Desa.
“Yang jadi kendala saat ini adalah pengawasan pembelanjaan uang yang diterima si KPM, karena personil kami terbatas,” ungkapnya.
Dewi pun mengimbau kepada seluruh pihak, agar tidak mengarahkan KPM untuk berbelanja ke salah satu warung.
“Mereka (KPM), bebas membelanjakan uang dimana saja asal sesuai ketentuan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, KPM BST di Pangandaran menerima uang Rp 600 ribu dari kantor Pos Indonesia, untuk program BST dari bulan Januari, Februari dan Maret. (Ceng2/R8/HR Online/Editor Jujang)