Israel minta Ukraina menyerah supaya perang segera berakhir. Pemerintahan Israel melalui Perdana Menterinya yakni Naftali Bennett, meminta supaya menyerah pada negara Rusia agar peperangan tuntas.
Kemudian Naftali Bennet rupanya juga meminta Volodymyr Zelensky (Presiden Ukraina) agar memenuhi semua persyaratan damai Rusia. Dengan tujuan supaya perang di negara Ukraina itu dapat segera berakhir.
Baca Juga: Viral Bendera Merah Putih Dibakar Wanita Ini! Simak Kronologinya!
Kabar Terbaru, Israel Minta Ukraina Menyerah
Perdana Menteri Israel yakni Naftali Bennett pun sudah meminta Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, supaya mereka menyerah dan memenuhi syarat Rusia agar segera mengakhiri perang tersebut.
Berdasarkan hasil laporan The Jerusalem Post bahwa seorang pejabat dari Ukraina itu menyebutkan Bennet minta Zelensky menerima syarat Rusia. Kabarnya komunikasi antara keduanya sudah berlangsung melalui panggilan telepon sejak lalu.
Akan tetapi Zelensky rupanya menolak permintaan dari pemimpin Zionis Israel itu. Pejabat Ukraina juga mengungkapkan bahwa Bennet menyuruh untuk menyerah.
Baca Juga: Pengendara Moge yang Tewaskan Bocah di Pangandaran Dituntut 6 Tahun Penjara
Rusia Kehilangan Pesawat Tempur
Israel minta Ukraina menyerah, sebagaimana di dalam pidato video yang sudah ada sejak hari Selasa 15 Maret 2022 pagi.
Dalam pidato tersebut, Zelensky mengatakan bahwa Rusia kabarnya sudah kehilangan 90 pesawat tempur.
Kemudian pasukan Rusia juga tidak mengharapkan perlawanan seperti itu. Selanjutnya, masih dalam pidato tersebut, Zelensky menyebutkan ada ribuan tentara Rusia yang sudah menyerah.
Meskipun beberapa tentara Rusia sudah menyerah, namun tidak terungkap pula ada berapa banyak yang menyerah.
Karena Zelensky pun mengatakan bahwa ia mengucap terimakasih kepada orang-orang Rusia yang memerangi terus disinformasi mengenai perang.
Baca Juga: Ada Bansos Ekstra Kemensos Disalurkan Sebelum Ramadhan, untuk Siapa?
Hanyalah Sebuah Isu?
Sebelum beredar isu bahwa Israel minta Ukraina menyerah atau Presiden Ukraina menerima kesepakatan dari Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sontak saja isu tersebut pun langsung terbantah oleh seorang penasihat penting Ukraina serta pejabat Israel.
Pasalnya, sejak hari Sabtu, 12 Maret 2022 lalu, Israel sepertinya juga terlihat dalam upaya diplomatik dan mencoba untuk mengakhiri perang. Kemudian Perdana Menteri Israel juga sudah mengadakan pembicaraannya dengan Vladimir Putin.
Selanjutnya ada laporan bahwa seorang pejabat dari Ukraina tidak terungkap namanya itu, Bennet sudah mendesain negara Ukraina agar menyerah kepada Rusia.
Tidak hanya Ukraina saja, melainkan pihak Israel sepertinya juga menanggapi klaim mengenai isu tersebut.
Pejabat itu melanjutkan bahwa PM Israel Naftali Bennet tidak mendikte Volodymyr Zelensky mengenai bagaimana ia harus bertindak. Adapun isu Israel untuk meminta negara Ukraina menyerah ini salah besar.
Pihak dari Israel langsung menanggapi klaim mengenai isu sensitif ini. Pejabat senior Israel juga meminta anonimitas sebab sensitivitas masalah hingga menyebutkan bahwa laporan Israel minta Ukraina menyerah itu salah. (R10/HR-Online)