Hukum Hardy Weinberg termasuk ke dalam mata pelajaran biologi. Hukum satu ini berperan penting dalam penjelasan mekanisme evolusi makhluk hidup. Hardy Weinberg merupakan seorang fisikawan W.Weinberg dan matematikawan bernama G.H. Hardy. Keduanya berkebangsaan Inggris.
Baca Juga: Tahapan Evolusi Biologi Suatu Organisme, Apa Saja Faktor-Faktornya?
Weinberg bersama G.H. Hardy mengemukakan hukum mereka ini untuk pertama kalinya pada tahun 1908.
Hukum Hardy Weinberg dan Pengertiannya
Pernahkah kalian mendengar kata evolusi? Tahukah apa arti dari kata tersebut?
Menurut Wikipedia, evolusi memiliki arti sebagai perubahan pada sifat terwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Evolusi juga terdapat di dalam lingkup ajaran biologi.
Semua makhluk hidup tentu mengalami evolusi, termasuk juga manusia. Manusia mengalami masa evolusi yang sungguh tidak sebentar.
Di dalam biologi, terdapat sebuah hukum yang menjelaskan secara khusus bagaimana mekanisme dari evolusi makhluk hidup. Hukum tersebut bernama Hardy Weinberg.
Hukum ini berbunyi “Frekuensi alel dan gen di dalam suatu populasi akan konstan dari generasi ke generasi”.
Artinya, jika terdapat alel yang dominan maupun resesif, setelah beberapa generasi telaahnya, yang dominan akan semakin bertambah. Sedangkan yang resesif akan semakin menghilang hingga punah.
Baca Juga: Sistem Klasifikasi Filogeni, Bantu Ilmuwan Soal Teori Evolusi Spesies
Sebenarnya dapat dikatakan bahwa hukum ini merupakan jawaban dari permasalahan Mendel. Permasalahan dari hukum dominansi Mendel dapat terselesaikan dengan simpel oleh Hardy.
Inti jawaban dari permasalahan di Hukum Mendel bahwa alel dan frekuensi genotipe dalam suatu populasi akan selalu konstan dari satu generasi ke generasi lain.
Tidak akan terpengaruh oleh evolusioner yang ada lainnya. Dengan begitu, Hardy turut memberikan persamaan Hukum Hardy Weinberg sebagai:
P + 1 = 1
P2 + 2pq + q2 = 1
Variabel p pada persamaan tersebut merupakan perwakilan dari alel dominan. Selanjutnya ada variabel q yang menjadi perwakilan alel resesif dalam genotipe atau populasi.
- P = Frekuensi gen dominan
- q = Frekuensi resesif
- p2 = Frekuensi dari alel homozigot dominan
- 2pq = Frekuensi alel dari heterozigot
- q2 = Frekuensi alel homozigot yang resesif
Syarat Berlakunya Persamaan Hardy Weinberg
Seperti hukum atau rumus lainnya, kalian pasti menemukan sebuah syarat tertentu agar persamaan atau rumus tersebut dapat terpakai sehingga bisa menghasilkan nilai valid.
Hal itu tentunya juga berlaku dalam hukum evolusi Hardy Weinberg ini. Berikut beberapa syarat yang harus terpenuhi agar dapat memakai persamaan yang sudah ada.
Baca Juga: Contoh Persilangan Dihibrid Dalam Hukum Mendel II, Apa Pengertiannya?
- Organisme yang akan kalian gunakan dalam persamaan adalah diploid.
- Mereka melakukan kawin acak dengan organisme lain.
- Ukuran populasi yang organisme miliki tidak terhingga.
- Organisme harus bereproduksi secara seksual.
- Tidak terjadi generasi yang tumpang tindih antar organisme.
- Tidak terdapat migrasi, seleksi alam, dan mutasi.
- Alel frekuensi organisme berjumlah sama pada kedua jenis kelamin.
Kalian harus memperhatikan syarat tersebut sebelum menggunakan Hukum Hardy Weinberg. Pastikan suatu organisme memenuhi syarat yang ada agar hasil persamaan terpercaya dan sesuai. (R10/HR-Online)