Contoh persilangan monohibrid terdiri dari dua sifat beda. Persilangan monohibrid sendiri masuk ke dalam materi pewarisan sifat. Sifat-sifat fisik sebenarnya dapat kamu hitung peluagn penggunaannya dengan Hukum Mendel. Di dalam Hukum Mendel tersebutlah terdapat jenis persilangan.
Baca Juga: Tulang Daun Monokotil Tumbuhan: Ciri-Ciri dan Klasifikasinya!
Persilangan sendiri sebenarnya ada dua, yakni monohibrid dan dihibrid. Lantas, apa persilangan monohibrid itu?
Contoh Persilangan Monohibrid dan Pengertiannya
Kamu mungkin menemukan dirimu memiliki kesamaan dengan orang tua, entah itu warna kulit, mata, atau bentuk rambut.
Itu adalah sebuah penurunan sifat dari induk kepada keturunannya. Semua makhluk hidup tentu mengalami proses penurunan sifat ini.
Dalam penurunan sifat, terdapat persilangan monohibrid yang menggunakan satu sifat berbeda. Maksud dari pengertian itu adalah di dalam persilangan monohibrid, hanya satu contoh sifat yang perlu diperhatikan.
Misalnya warna bunga (putih, hijau, dan lainnya) atau bentuk dari buah (bulat, oval, dan lainnya).
Hukum Mendel I berlaku pada persilangan monohibrid karena saat pembentukan gamet kedua (G2), gen belum sepenuhnya berpasangan dan berpisah secara bebas dalam dua sel anak atau gamet.
Secara bebas, pemisahan kedua gen tersebut tidak akan mempengaruhi atau terpengaruhi oleh pasangan gen lainnya.
Baca Juga: Kingdom Animalia: Vertebrata dan Invertebrata, Ini Ciri-Cirinya!
Terdapat dua contoh persilangan monohibrid di dalam Hukum Mendel, yaitu dominasi penuh dan sifat dominasi yang tidak muncul sepenuhnya atau intermediet.
Kasus Dominasi Penuh
Pada kasus persilangan pertama ini akan terjadi jika sifat gen yang satu lebih kuat dari lainnya. Hal itu berakibat gen kuat dapat menutupi sifat gen yang lebih lemah.
Gen yang lebih kuat tersebut memiliki nama dominan, sedangkan gen lebih lemah adalah resesif. Contoh persilangan monohibrid dominasi penuh seperti pada kasus bunga mawar merah (MM) dengan mawar putih (mm).
Gen M bersifat dominan penuh terhadap m. Akhirnya ada F2 yaitu MM (merah), Mm (merah), mm (merah), dan Mm (merah).
Kita dapat mengetahui perbandingan fenotip dan genotip persilangan di atas. Sebelumnya, perlu kamu ingat bahwa fenotip adalah sifat yang tampak.
Baca Juga: Pengertian Intermediet dalam Pewarisan Sifat dan Contohnya
Jadi, berdasarkan hasil F2 tersebut kita tahu bahwa perbandingan fenotipnya adalah 3 : 1 dengan 3 sifat merah dan 1 putih. Sedangkan perbandingan genotipnya adalah MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1.
Kasus Dominasi Tidak Penuh (Intermediet)
Intermediet terjadi ketika kedua gen sama-sama kuat. Dengan kata lain, tidak ada gen yang bersifat dominan maupun resesif.
Jika mengambil contoh mawar merah (MM) dan mawar putih (mm) yang sama, maka dalam kasus intermediet keduanya sama-sama dominan.
Jadi, hasil persilangan mereka menghasilkan F2 berupa MM (merah), Mm (merah muda), Mm (merah muda), dan mm (putih).
Adapun perbandingan fenotipnya merupakan merah : merah muda : putih dengan perbandingan 1 : 2 : 1. Sedangkan genotipenya adalah MM : Mm : mm dengan perbandingan 1 : 2 : 1.
Dapat terlihat bahwa dalam contoh persilangan monohibrid intermediet akan menghasilkan satu sifat baru, sedangkan pada kasus dominasi penuh tidak. (R10/HR-Online)