Amalan agar terbebas utang menjadi salah satu hal yang kita cari. Apalagi sebagai Muslim tidak lepas dari hubungan dengan sesama manusia, terutama dalam masalah ekonomi saat sedang kondisi sulit.
Dalam agama Islam, hampir semua aspek kehidupan sehari-hari ada aturan mainnya, baik itu yang berpedoman Al Qur’an maupun Hadits.
Termasuk dalam urusan utang piutang itu sendiri ada aturannya, baik itu secara hukum Fiqih, etika, maupun amalan-amalan agar utang itu bisa terbayar.
Meski begitu, Islam mengajarkan tak hanya menjalankan amalan yang ada, namun ikhtiar dengan berbagai cara yang halal juga sangat penting. Sehingga keduanya berjalan secara seimbang.
baca juga: Amalan Menenangkan Hati dan Pikiran, Lakukan Supaya Menjadi Tenang
Beberapa Amalan Agar Terbebas Utang Menurut Rasulullah SAW
Pada suatu ketika, sahabat Nabi yang bernama Muadz bin Jabal tidak hadir dalam salat Jumat. Rasul pun kemudian sempat menanyakan ke mana sahabatnya itu tidak ada.
Seteleh ditelusuri, ternyata pada waktu itu Muadz bersembunyi di rumahnya lantaran ada orang yang menagih utang.
Lalu Rasulullah pun mengajarkan amalan agar terbebas dari utang dengan membaca ayat Al Qur’an surat Al Imran 26-27 berikut doanya.
Dalam sebuah riwayat Ja’far bin Muhammad al-Mustaghfiri menjelaskan, Nabi menegaskan dengan amalan tersebut utang sebesar apapun akan lunas oleh Alloh SWT dengan amalan itu.
“Andai saja kamu memiliki utang emas sebanyak bumi, niscaya Allah SWT bakal melunasinya darimu,”
baca juga: Amalan Bulan Syaban Beragam, Banyak Pahala dan Keberkahan
Doa Pelunas Utang
Selain amalan di atas, Rasulallah juga mengajarkan doa-doa lagi kepada Muadz bin Jabal agar ia terbebas dari utang.
Berikut amalan agar terbebas utang dari Rasulallah kepada Muadz bin Jabal:
Di akhir riwayatnya itu, kemudian Muadz mengatakan bahwa ia secara terus menerus mengamalkan doa dari Rasul itu.
Luar biasanya, utang-utang Muadz pun lunas atas berkat izin dan kekuasaan dari Allah SWT.
“Lalu aku secara terus-menerus membacakan doa itu, kemudian lunaslah utangku.” (Muhammad bin Abdullah al-Jardani, al-Jawâhir al-Lu’lû’iyyah fi Syarhil Arba’în an-Nawawiyyah, [Manshurah, Maktabah al-Îman], halaman 160).
Berkaca dari ajaran Nabi Muhammad SAW itu, kita sebagai umat Islam sudah sepatutnya mengamalkan agar berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari bisa selesai dengan penuh keberkahan.
Meski begitu, selain menjalankan amalan agar terbebas utang juga harus melakukan berbagai cara yang halal, seperti sambil bekerja apapun selama tidak ada larangan dalam Islam. (Muhafid/R6/HR-Online)