Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Untuk akurasi hasil tes Covid-19 di sekolah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyarankan agar Puskesmas menggunakan tes swab PCR, tidak menggunakan tes antigen kepada.
Kepala Dinkes Kabupaten Ciamis, dr. Yoyo, melalui Sekdis Kesehatan, Anton mengatakan, untuk pemeriksaan Covid-19, saat ini pihaknya menyarankan semuanya swab PCR.
“Swab PCR hasilnya lebih akurat daripada tes antigen. Karena sering terjadi ketika hasil antigen positif, tapi hasil PCR negatif. Ada pula hasil antigen negatif, hasil PCR positif,” terang Anton kepada HR Online, Kamis lalu.
Selain itu, pihaknya juga menyarankan kepada setiap Puskesmas ketika melakukan pemeriksaan swab PCR, harus langsung melampirkan data hasilnya kepada orang yang melakukan tes tersebut.
Jangan sampai prosedur tersebut terabaikan karena hal itu sebagai akurasi data dan laporan hasil bahwa orang tersebut sudah melakukan tes swab. Adapun jika hasilnya positif maupun negatif, maka data itu sebagai bahan dalam penanganan.
Baca Juga : Kasus Covid-19 Ciamis Meningkat, Kades Diminta Aktifkan Desa Tangguh
Tracking dan Tes Covid-19 Siswa di Ciamis
Untuk pemeriksaan tracking terhadap siswa di sekolah ketika disinyalir ada paparan, lanjut Anton, data pemeriksan seperti antigen harus petugas berikan kepada orang tua siswa atau guru. Jangan hanya pemberitahuan secara lisan saja.
“Kami tidak ingin ada lagi laporan orang tua siswa ketika anaknya sudah tes antigen. Tetapi data laporannya tidak petugas berikan kepada orang tua siswa. Itu harus lampirkan segera, bukan secara lisan,” jelasnya.
Bukan hanya itu, saat melakukan tracking kepada siswa sekolah kemudian menemukan hasil pemeriksaan misalnya positif. Maka pihak Puskesmas harus bisa mencari dari mana awal paparan Covid-19 itu.
Pihak Puskesmas juga harus bisa memberikan penjelasan kepada pihak sekolah maupun orang tua Siswa mengenai temuan hasil tersebut.
“Bagi orang tua siswa dan juga guru, kita menyarankan untuk tidak bepergian pada saat hari libur. Karena paparan Covid-19 varian Omicron lebih cepat penyebarannya. Itu yang harus kita hindari dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandas Anton.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajak kepada warga masyarakat yang belum vaksin, bisa melaksanakan vaksin melalui Puskesmas terdekat. (ES/R3/HR-Online/Editor-Eva)