Syafaat Rasulullah di hari kiamat menjadi penolong untuk umat muslim. Syafaat berasal dari kata shaf yang memiliki arti genap. Namun secara bahasa syafaat ini berarti pertolongan.
Secara umum syafaat merupakan bentuk doa untuk menyampaikan permohonan kepada Allah bagi orang yang beriman serta dekat dengan-Nya.
Doa yang dipanjatkan untuk mengampuni orang yang berdosa dan meningkatkan derajat orang tersebut di sisi-Nya. Rasulullah memiliki syafaat besar yang tidak dimiliki nabi lainnya.
Syafaat besar ini dapat menyelamatkan umatnya di Padang Mahsyar. Sehingga pada hari pembalasan syafaat ini namanya dengan Syafaah al Udzma yang berarti syafaat besar.
Baca juga: Sedekah di Hari Jumat Bekal Akhirat Memberi Syafaat pada Hari Kiamat
Cara Mendapatkan Syafaat Rasulullah di Hari Kiamat Kelak
Hak istimewa pada nabi adalah Maqam al Mahmud atau tempat terpuji dan kemuliaan. Hal ini tertuang dalam QS Al-Isra’:79.
Surat ini menyebutkan bahwa sebagian malam hari, maka umat muslim melaksanakan salat tahajud. Allah pun akan mengangkat derajatnya.
Dalam tafsir Al Mukhtashar, Allah mewahyukan kepada Nabi Muhammad untuk mengerjakan salat tahajud. Dengan harapan agar Allah membangkitkan Rasulullah di hari akhir untuk syafaat umat manusia.
Dengan mengetahui syafaat Rasulullah, maka setiap umat muslim mempersiapkan diri dan berharap mendapatkan salah satu syafaat tersebut.
Cara untuk mendapatkan syafaat Rasulullah di hari kiamat adalah memiliki rasa cinta pada Nabi Muhammad SAW.
Tanda cinta kepada nabi dengan mengagungkan nama dan selalu bershalawat padanya. Selain itu, amalan yang dapat mengantarkan kita agar kelak mendapatkan syafaat di hari akhir sebagai berikut.
Baca juga: Janji Allah Terhadap Orang Zalim, Menjadi Peringatan dan Ancaman
Perbanyak Shalawat
Shalawat merupakan ibadah yang sangat istimewa. Tidak hanya bagi manusia saja, namun juga para malaikat.
Dalam sebuah hadis HR Tirmidzi menyebutkan bahwa orang yang paling berhak mendapatkan syafaat Rasulullah pada hari kiamat adalah mereka paling banyak bershalawat kepada Rasulullah.
Baca juga: Amalan Ringan Pahala Besar yang Bisa Kita Lakukan Setiap Hari
Berdoa Setelah Adzan
Barangsiapa yang berdoa setelah selesai mendengarkan adzan, maka mendapatkan syafaat dari Rasulullah.
Hadis lain syafaat Rasulullah di hari kiamat
Ikhlas Bertauhid pada Allah
Dalam sebuah hadis nabi, Rasulullah bersabda bahwa yang paling bahagia dengan syafaat pada hari akhir adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hati maupun dirinya. (HR Bukhari).
Menyalatkan Jenazah
Pada dasarnya, salat jenazah hukumnya fardhu kifayah. Namun melaksanakan salat jenazah memiliki pahala yang besar.
Nabi Muhammad SAW bersabda jika ada orang yang wafat disalatkan oleh 100 kaum muslimin mereka memberi syafaat untuk jenazah tersebut, maka mereka semua akan mendapatkan syafaat. (HR Muslim)
Macam-Macam Syafaat Nabi Muhammad SAW
Besarnya kasih sayang Rasulullah pada umatnya tidak tergantikan. Rasulullah memilih tawaran syafaat di hari kiamat daripada tawaran masuknya separuh umat dalam surga. Syafaat untuk orang yang beriman namun tidak orang-orang berdosa. (HR At-Tirmidzi).
Pertama adalah syafaat yang hanya Rasulullah miliki. Saat umat manusia menjelang hisab di Padang Mahsyar yang sangat memberatkan manusia.
Setiap orang akan mendatangi nabi hingga akhirnya kepada Rasulullah SAW. Kemudian memohonkan syafaat kepada Allah untuk mereka.
Kedua adalah syafaat agar pintu surga terbuka. Syafaat hanya untuk kaum beriman atau calon penghuni surga.
Oleh karena itu, penduduk akan meningkat derajatnya dengan syafaat. Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda “Aku akan mendatangi pintu surga pada hari akhir lalu aku meminta dibukakan”.
Ketiga adalah syafaat bagi kaum muslim yang melakukan dosa besar. Rasulullah ingin memberi syafaat bukan hanya orang bertakwa saja.
Umatnya yang melakukan dosa besar dan maksiat hingga menyeretnya ke dalam neraka. Nabi Muhammad memohon syafaatnya pada Allah untuk mengampuni segala dosanya.
Keempat adalah syafaat Rasulullah di hari kiamat bagi sebagian orang yang beriman untuk dapat masuk surga tanpa hisab. (Muhafid/R6/HR-Online)