Sistem klasifikasi filogeni menjadi salah satu cara untuk mengelompokkan sebuah organisme yang berevolusi.
Teori seperti ini memiliki keterkaitan dengan sistem dan membantu mengurutkan kekerabatan spesies.
Tinggal di Bumi bersinggungan langsung dengan makhluk hidup yang beragam dan menarik. Setiap perkembangan dari penelitian mengenai alam semesta semakin membuka tabir dunia baru.
Ahli dan ilmuwan yang tersebar seluruh dunia saling mencocokkan bahkan memperbarui penemuan mereka.
Salah satunya mengenai makhluk hidup dan bagaimana mereka bisa sampai menjadi individu sekarang ini.
Mereka percaya apabila dari satu jenis makhluk hidup dengan lainnya memiliki kekerabatan. Pengaruh satu dan lain hal yang membuatnya berevolusi hingga menjadi jenis baru.
Baca Juga: Fungsi Perisikel pada Akar Tumbuhan Monokotil dan Dikotil, Apa Saja?
Pengertian Sistem Klasifikasi Filogeni
Pada dasarnya, sistem pengelompokan atau klasifikasi makhluk hidup ada beberapa jenis. Cara tersebut memiliki langkah dan bahan berbeda, hanya saja tetap bertujuan sama. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai filogeni yang sering orang sebut dengan filogenetik.
Secara umum, sistem ini menggunakan proses evolusi yang menunjukkan kekerabatan makhluk hidup.
Dari mulai adanya struktur tubuh yang terbentuk ke arah tertentu. Lalu bagaimana urutan perkembangan makhluk hidup tersebut.
Penemunya adalah Charles Darwin pada tahun 1859. Ia juga menuliskan dan menerbitkan buku mengenai Teori Evolusi ini.
Ahli yang satu ini dengan yakin mengklaim bahwa keterkaitan antara evolusi dan klasifikasi makhluk hidup sangat jelas.
Setiap makhluk hidup baru pasti memiliki keterkaitan dengan nenek moyang masa lalunya. Bisa dari bentuk, ciri, bahkan sifatnya yang adaptasi dan hadir pribadi baru.
Baca Juga: Perbedaan Monokotil dan Dikotil, Lengkap dengan Ciri dan Contohnya
Contoh Sistem Klasifikasi Filogeni
Kita bisa memperhatikan sistem yang satu ini dalam mengelompokkan tanaman atau bidang botani. Seperti adanya tumbuhan yang berjenis dikotil cenderung primitif apabila kita bandingkan dengan jenis monokotil.
Tanaman dengan daun tunggal juga lebih primitif daripada yang memiliki daun majemuk. Pada tanaman berbunga yang memiliki putik dan benang sari lebih dahulu hadir daripada yang mempunyai benang sari juga putik sedikit.
Pada intinya kita bisa melihat bahwa tanaman atau makhluk hidup tersebut alami perubahan. Secara bertahap mereka muncul sebagai jenis yang baru. Dengan ini kita bisa menyebutnya memiliki hubungan kekerabatan.
Baca Juga: Tumbuhan Berbiji Terbuka, Pengertian, Ciri-ciri dan Klasifikasinya
Cara Melihat Tingkat Perkembangan
Kita bisa perhatikan pengelompokan seperti ini dengan hal-hal pentingnya. Mulai dari struktur sel, jumlah sel organ, bentuk tubuh, jaringan embrionalnya, dan bahkan dari keturunan yang memiliki sifat serupa.
Sistem klasifikasi filogeni termasuk cara pengelompokan yang sudah modern. Penggunaannya dalam berbagai penelitian cukup handal. (R10/HR-Online)