Proses pembentukan bintang tentunya melalui beberapa tahapan hingga mampu menjadi utuh dan sempurna.
Bintang-bintang yang seringkali Anda lihat di langit malam itu tidak serta-merta hadir. Seperti benda angkasa lainnya, bintang mengalami berbagai tahap pembentukan.
Baca Juga: Planet Proxima d Terdeteksi, Jadi Penemuan Exoplanet Teringan?
Awalnya bintang hanyalah sebuah partikel kecil di alam semesta yang kemudian terkena tekanan gravitasi. Adanya percampuran berbagai energi itulah yang kemudian membuat bintang dapat terbentuk secara utuh.
Begini Proses Pembentukan Bintang Sampai Kematiannya
Langit malam akan terlihat indah kala terdapat banyak titik-titik cahaya yang menyinari. Titik cahaya itu adalah bintang yang letaknya sangat jauh dari Bumi.
Pernahkah Anda membayangkan seberapa terang bintang di alam semesta ini? Bagaimana mungkin sebuah benda yang jaraknya jutaan kilometer dari Bumi, cahayanya dapat menembus hingga terlihat oleh mata telanjang manusia.
Ukuran bintang sangat beragam dan cenderung besar. Mereka mengeluarkan energi yang sangat besar hingga mampu melakukan proses pembentukan bintang atau menghasilkan cahaya mereka sendiri.
Matahari yang merupakan pusat tata surya termasuk ke dalam rumpun bintang. Meski begitu, sebenarnya Matahari bukanlah bintang terbesar dan terpanas, melainkan terdekat dengan Bumi.
Baca Juga: Perbedaan Waktu Bumi dan Luar Angkasa di Planet Tata Surya, Ini Dia!
Itulah mengapa cahaya Matahari terlihat lebih jelas daripada bintang di malam hari yang hanya berupa titik-titik indah.
Tahap Awal – Protobintang
Semua bintang-bintang di alam semesta melalui proses yang lama agar bisa terbentuk utuh. Sebelum menjadi benda masif, proses pembentukan bintang pada awalnya hanyalah sebuah partikel debu dan gas yang luas.
Partikel tersebut terpapar gaya gravitasi yang dikeluarkan benda-benda di sekitarnya. Akibatnya, terjadilah pembekuan di dalam awan.
Ketika kekuatan gaya gravitasi yang benda-benda lain hasilkan sebelumnya bergerak melalui awan dan bertabrakan dengan partikel, maka proses pembentukan bintang berupa gumpalan.
Seiring dengan berjalannya waktu, rumpun yang tadi bertabrakan akan mendapatkan lebih banyak massa. Tarikan gravitasi akan semakin kuat sehingga menarik lebih banyak partikel dari awan di sekitarnya.
Akan terdapat banyak zat yang jatuh ke dalam rumpun sehingga pusatnya menjadi lebih padat dan panas. Rumpun tersebut membutuhkan waktu setidaknya satu juta tahun untuk menjadi tubuh kecil yang padat bernama protobintang.
Protobintang terus menarik lebih banyak gas dan menjadi semakin panas. Setelah dirasa cukup panas, maka atom dan hidrogen di dalam protobintang akan menyatu menghasilkan helium dan arus keluar energi dalam proses pembentukannya.
Reaksi itulah yang terkenal dengan nama fusi nuklir. Dorongan energi fusi yang keluar masih lebih lemah dari tarikan gravitasi ke dalam pada tahap protobintang ini.
Terbentuknya Bintang Muda
Zat-zat yang masih terus mengalir ke dalam protobintang menambah massa dan panas nya selama berjuta-juta tahun akhirnya mencapai titik kritis. Jika memiliki massa yang cukup, maka akan runtuh ke dalam protobintang dan menyeburkan dua kutub.
Saat inilah proses pembentukan bintang muda terjadi dan akan mulai terlihat karena bersih dari gas-gas dan debu yang mengelilinginya.
Baca Juga: Suhu di Luar Angkasa Sangat Ekstrem dan Dingin, Apa Penyebabnya?
Pada tahap inilah bintang muda bisa mulai menstabilkan dirinya. Tekanan luar dari fusi hidrogel pada tahap ini sudah menangkal tarikan gravitasi ke dalam. Setelah tahap ini, maka bintang bisa terus bersinar sampai bahan bakar mereka habis.
Menjadi Bintang Mati
Setelah melalui proses pembentukan bintang yang panjang, maka mereka bisa bersinar terus menerus. Energi yang ada di dalamnya tidak akan habis dalam waktu singkat namun mereka tetap akan mati.
Semakin usia bintang mendekati akhir, itu tandanya sebagian besar dari hidrogen telah terkonversi menjadi helium. Gas helium akan tenggelam ke inti bintang sehingga meningkatkan suhu bintang.
Kemudian akan timbul gas panas dan bintang mulai tambah membesar. Bintang yang sedang membesar tersebut memiliki julukan “red giant”.
Setelah suhunya semakin tinggi dan tidak terbendung lagi, maka bintang akan mulai berhenti memproduksi energinya. Saat inilah bintang menjadi mati karena tidak memiliki energi.
Pada saat masa kematian, bintang akan meledak dan mengeluarkan segala sisa energi di dalamnya. Energi-energi tersebut bisa menjadi cikal-bakal bintang baru.
Mereka akan berkumpul kembali dan melakukan proses pembentukan bintang selama jutaan tahun lamanya . Bintang akan melalui siklus protobintang, bintang muda, dan akhirnya mati. Siklusnya akan terus seperti itu namun dalam waktu yang sangat lama. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)