Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Menara Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya di sebelah timur bagian selatan roboh sekitar pukul 15.15 WIB setelah azan Asar, Senin (28/2/2022).
Robohnya menara itu tidak ada yang menyangka. Sebab, saat kejadian tak ada hujan maupun angin.
Meskipun kabarnya tidak ada korban jiwa, namun sebuah lapak milik salah satu PKL hancur terkena puing-puing menara yang roboh.
Ela Nurlela yang merupakan salah seorang pedagang mengaku sangat terkejut dengan kejadian itu.
Awalnya, ia sedang duduk bersama suaminya di bawah menara. Kemudian suaminya akan salat asar, sedangkan ia makan sambil giliran jaga lapak jualan.
“Eh baru satu suapan ada yang jatuh dari atas. Ada suara bergemuruh pas lihat ke atas. Ternyata menaranya mau roboh. Makanya saya sekuat tenaga lari dan meninggalkan lapak,” katanya.
baca juga: Paket Sembako Tunai BPNT Rp 200 Ribu Disoal DPRD Kota Tasikmalaya
Ela menambahkan, saat kejadian di sekitar lokasi tidak ada orang dan sedang sepi. Namun ia bersyukur tidak ada yang duduk di lapaknya.
Ia mengungkapkan, sebelum peristiwa itu ketika ada angin besar posisi menara masjid agung itu kerap goyang, seperti pohon yang terkena tiupan angin.
Dari peristiwa ini, ia mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta lantaran roda, tenda, meja dan makanan yang hendak ia jual hancur.
“Mudah-mudahan ada ganti dari Pemerintah,” ujarnya.
Ketua DKM Mesjid Baitulrahman KH. Hasan Basri mengatakan tidak tahu penyebab menara itu bisa ambruk.
Ia menyebut menara Masjid Agung ini tingginya sekitar 50 meter ini terakhir dibangun pada tahun 2018 atau sekitar baru 4 tahunan.
“Dulu pembangunan menara masjid agung dari DAU APBD Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp 30 miliar,” singkatnya. (Apip/R6/HR-Online)