Berita Jabar (harapanrakyat.com),- Survei Cagub-Cawagub Jabar yang dilakukan LSI Denny JA menunjukkan elektabilitas Dedi Mulyadi, anggota DPR RI dari fraksi Golkar meroket.
Survei LSI Denny JA dilakukan pada 2-7 Februari 2022 dengan jumlah responden 600 orang dan margin of error 5,1 persen. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka metodologi multistage random sampling.
LSI menyimpulkan Dedi Mulyadi bakal jadi pesaing berat Ridwan Kamil (RK) Gubernur Jabar saat ini pada Pilgub Jabar 2024 mendatang.
Baca Juga: Pembangunan Tol Getaci di Jabar Mulai Maret 2022
Jika RK tidak lagi mencalonkan diri sebagai Gubernur dan maju sebagai Capres atau Cawapres, maka posisi Dedi Mulyadi akan semakin kuat dalam Pilgub.
Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto izul Fatah, mengatakan, posisi elektabilitas Dedi Mulyadi sebagai calon pendatang baru meroket tajam. Meskipun posisi elektabilitas RK sebagai incumbent masih memimpin.
Menurut Toto, dengan simulasi 20 calon gubernur, posisi elektabilitas RK masih memimpin dengan 45,2 persen.
Menyusul kemudian Dedi Mulyadi dengan 24,7 persen. Posisi selanjutnya ada Dede Yusuf dengan 8,5 persen.
Calon lainnya, seperti Uu Ruzhanul Ulum wagub Jabar saat ini, Cellica, Desy Ratnasari, Ahmad Syaikhu, Bima Arya, Nurul Arifin, Rieke Dyah Pitaloka, Ace Hasan Sadzily dan lainnya masih di bawah 5 persen.
Ketika simulasi dalam survei Cagub-Cawagub Jabar dikerucutkan menjadi 6 calon, RK memimpin dengan 47,3 persen.
Dedi Mulyadi yang merupakan mantan Bupati Purwakarta dua periode ini ada di posisi kedua dengan 25,5 persen. Selanjutnya Dede Yusuf dengan 12,7 persen.
Calon lainnya Uu Ruzhanul Ulum, Ahmad Syaikhu, M Farhan masih tetap di bawah 5 persen.
Survei LSI Denny JA Cagub-Cawagub Jabar Tanpa RK
Simulasi juga dilakukan dengan 10 calon tanpa RK. Hasilnya Dedi Mulyadi meroket menjadi 38,0 persen. Menyusul kemudian Dede Yusuf di posisi kedua dengan 22,7 persen. Uu Ruzhanul Ulum 6,7 persen, Desy Ratnasari 5,8 persen, Ahmad Syaikhu 3,5 persen dan Attalia Kamil 1,8 persen.
“Dalam simulasi tanpa RK, Kang DM (Dedi Mulyadi) menerima berkah limpahan suara paling banyak,” ujar Toto, Rabu (23/2/2022).
Toto juga menyebutkan elektabilitas Dede Yusuf juga juga cukup tinggi. “Jika RK akhirnya memilih maju Capres atau Cawapres, tidak sebagai Cagub, maka hanya Dedi Mulyadi yang punya potensi menang,” lanjut Toto.
Meskipun demikian, Toto mengatakan, peluang kandidat lain masih terbuka lebar sejauh usaha mereka mendongkrak popularitas dengan usaha-usaha yang terukur. Apalagi waktu masih cukup lama sekitar tiga tahun sampai 2024 nanti.
Selain itu, menurut Toto, pemilih pada survei Cagub-Cawagub Jabar masih kategori soft supporter atau pemilih cair yang bisa saja pilihannya berubah.
“Hanya RK dan Kang DM yang sudah punya strong supporter atau pemilih militan yang cukup tinggi, RK 33,5 persen dan DM 13,7 persen,” katanya.
Potensi Dedi Mulyadi
Toto menuturkan elektabilitas Dedi Mulyadi melesat menyaingi RK karena beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut adalah Dedi Mulyadi gencar turun ke masyarakat dan menampilkannya dalam YouTube serta platform media sosial lainnya.
Dari 63,3 persen pengguna medsos, mereka ditanya konten paling disukai. Hasilnya, Dedi Mulyadi lebih unggul di YouTube 17,2 persen, Facebook 6,6 persen, dan Instagram 0,8 persen. Sementara RK hanya unggul di Instagram 4,7 persen dan YouTube 4,2 persen.
Menurut Toto, kekuatan Dedi Mulyadi di media sosial lantaran kontennya yang punya news value.
“Dia bemain isu yang kuat public interestnya seperti isu kerakyatan, bantuan kepada rakyat kecil, soal sampah dan sejenisnya,” katanya.
Apalagi, lanjut Toto, Dedi Mulyadi sudah memiliki brand yang kuat sebagai tokoh Sunda yang konsisten.
“Dia juga punya brand yang kuat sebagai tokoh Sunda yang setia. Serta konsisten memperjuangkan dan melestarikan sunda, dalam arti peradaban, bukan suku,” tandasnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)