Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Pemkot Banjar terus mendorong kesenian Manuk Janur menjadi ikon asal Kota Banjar, Jawa Barat.
Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana menerangkan, bahwa pemerintah sudah menyerahkan kesenian asal Desa Cibeureum itu, untuk diajukan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Saya minta Manuk Janur diajukan HAKI. Jangan sampai seperti alat musik Kolotik, yang pada akhirnya di-hak patenkan oleh orang lain. Nah kesenian ini jangan sampai seperti itu lagi,” ujar Nana kepada HR Online, Kamis (24/2/2022).
Menurut Nana, tarian asli Desa Cibeureum tersebut sudah ikut pada perlombaan, yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII) beberapa tahun lalu.
“Dan itu sudah juara pertama loh di TMII. Jadi level juara satu itu tidak mudah untuk diraih, apalagi ini tingkat nasional. Kenapa kita sendiri tidak bangga kesenian ini tampilkan pada setiap event,” katanya.
Nana menambahkan, dukungan dari pemerintah saat ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Banjar ke 19 tahun.
“Mulai dari sekarang judulnya kembali lagi ke tema HUT Kota Banjar, yakni Bangkit Bersinergi Sepenuh Hati. Mudah-mudahan ini awal kebangkitan olahraga, seni budaya, pendidikan, dan perekonomian di Kota Banjar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Banjar, Oom Supriatna menerangkan, bahwa kesenian yang berasal dari Desa Cibeureum merupakan salah satu kesenian unggulan Kota Banjar.
Pada saat itu, beberapa budayawan kesenian bersama pemerintah desa memanfaatkan bahan dasar pembuatan Manuk Janur, yang bersumber dari alam.
Kemudian, dibentuk menjadi sebuah replika burung garuda berukuran besar dan dinamai Manuk Janur.
“Bahan dasarnya memang terbuat dari janur atau daun kelapa, yang dibentuk menjadi replika burung garuda. Sehingga dinamakan kesenian Manuk Janur,” papar Oom, Kamis (24/2/2022).
Biasanya, kata Oom, kesenian Manuk Janur ditampilkan pada event-event baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional.
“Pemainnya itu bisa mencapai 60 orang atau disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Sebelum pandemi Covid-19, biasanya tampil di event-event tingkat provinsi bahkan nasional,” terangnya. (Sandi/R5/HR-Online/Editor-Adi)